6 Seleb Yang Pernah Mengalami insomnia dan apa penyebab insomnia

6 Seleb Yang Pernah Mengalami insomnia dan apa penyebab insomnia

Idol kpop yang pernah mengalami gangguan tidur

Kita sebagai fans biasanya melihat idol kpop dengan kondisi yang baik-baik saja, namun siapa sangka kalau mereka ternyata memiliki gangguan tidur yang menyedihkan.

Berikut 6 seleb Korea yang pernah mengalami gangguan tidur:

IU

Saat menjadi bintang tamu di JTBC Newsroom, IU dan pembawa acara saling mendiskusikan tentang album ‘Palette’ milik IU yang memenangkan 32nd Golden Disc Awards.

Dilansir dari allkpop.com, pembawa acara mengatakan bahwa waktu berlalu sangat cepat dan IU menjawab bahwa sudah banyak hal yang terjadi selama itu.

IU bahkan mengungkapkan bahwa ia menciptakan lagu Through the Night saat berjuang melawan insomnia yang sudah dialaminya semenjak menjadi idol di usia 19 tahun.

G.O

G.O yang merupakan mantan member MBLAQ ini ternyata mengalami gangguan tidur. Ia mengalami narkolepsi.

Narkolepsi merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang dengan gangguan tersebut akan sangat mengantuk di siang hari dan secara tiba-tiba mereka akan tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat.

Dilansir dari allkpop, G.O bahkan pernah tertidur saat ia menyanyi.

T.O.P ‘Bigbang’

siapa sangka kalau rapper dari Bigbang ini juga mengalami insomnia dan depresi yang cukup serius.

ingga saat ini, T.O.P masih menjalani pengobatan untuk menyembuhkan penyakit insomnia dan depresi yang dialaminya. Semoga lekas sembuh oppa!

 

Jinwoon

Mantan member 2AM ini ternyata juga pernah mengalami gangguan tidur. Dilansir dari koreaboo.com, ia mengalami hal tersebut sesaat setelah US tour 2AM.

Jinwoon mengatakan ia tidak bisa tidur hingga berbulan-bulan. Jinwoon mengaku sangat kelelahan namun ia tidak bisa tidur meski dibantu obat sekalipun.

Lee Joon

Mantan member MBLAQ, Lee Joon ini juga ternyata pernah mengalami gangguan tidur. Dilansir dari aminoapps, cowok dengan nama asli Lee Chang Sun ini mengalami insomnia yang berkepanjangan karena depresi yang dialaminya.

Amber ‘f(x)’

Member f(x) yang satu ini ternyata pernah mengalami gangguan tidur berupa insomnia. Ia mengalami insomnia karena depresi ringan yang dialaminya.

Dilansir dari sbs.com.au, Amber beberapa kali pernah mendapatkan tekanan dari fans tentang isu gender dan hal tersebut membuatnya sulit tidur.

Insomnia

Pengertian Insomnia

Insomnia adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan tidur. Gangguan tidur ini membuat dirinya tak memiliki waktu tidur yang dibutuhkan tubuh. Hal tersebut menyebabkan kondisi fisik pengidap insomnia menjadi tidak cukup fit untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Masalah ini dapat terjadi dalam jangka pendek (akut) hingga jangka panjang (kronis). Selain itu, tidur merupakan keadaan tidak sadar yang terjadi secara alami untuk memungkinkan tubuh untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh akan melalui siklus yang bergantian antara tidur gerakan mata cepat dan tidur non-gerakan mata cepat.

Seseorang mungkin akan melalui empat atau lima siklus tidur dalam satu malam. Satu siklus tidur berlangsung kurang lebih selama 90 menit. Siklus ini diawali empat tahap tidur non-REM, terdiri dari tidur ringan sampai tidur dalam. Lalu, dilanjutkan dengan tidur REM dan di tahap inilah proses mimpi terjadi.

Faktor Risiko Insomnia

Faktanya, insomnia dapat terjadi pada semua rentang usia dan lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pria, serta seseorang yang sudah lanjut usia. Beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami masalah tidur ini, antara lain:

  • Masalah mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Bekerja shift, pekerjaan seperti ini bisa mengubah jam biologis tubuh.
  • Jenis kelamin,ketika menstruasi tubuh akan mengalami perubahan hormon, kondisi ini menimbulkan gejala hot flashes atau keringat di malam hari, sehingga menyebabkan gangguan tidur.
  • Usia, insomnia meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
  • Perjalanan jauh, melakukan perjalanan jauh atau jet lag karena melintasi beberapa zona waktu juga bisa memicu insomnia.

Selain itu, mengidap kondisi medis tertentu, seperti obesitas dan penyakit kardiovaskuler juga dapat menyebabkan seseorang mengalami insomnia. Masa menopause disebut juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan yang membuat sulit tidur ini.

Penyebab Insomnia

Ada beberapa faktor penyebab insomnia yang pada akhirnya berujung kepada kondisi sulit tidur pada jangka waktu yang cukup lama. Mulai dari akibat gaya hidup dan masalah kenyamanan ruangan kamar, hingga akibat gangguan psikologi, masalah kesehatan fisik, dan efek samping obat-obatan, seperti:

  • Mengalami stress.
  • Mengingat peristiwa yang traumatis.
  • Terjadinya perubahan kebiasaan tidur, seperti tinggal di rumah baru.
  • Alami jet lag.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Insomnia yang kronis dapat berlangsung paling tidak selama 3 bulan dan dapat bersifat primer atau sekunder. Sejauh ini, gangguan tidur dengan jenis primer tidak diketahui penyebabnya. Namun pada tipe sekunder, kondisi lain yang dapat terjadi, seperti pengaruh kondisi medis, masalah psikologis, penggunaan zat tertentu, serta mengidap diabetes.

Gejala Insomnia

Seseorang yang mengalami insomnia sangat sulit untuk merasakan ngantuk, sehingga menentukan ukuran tidur normal karena kebutuhan tidur berbeda-beda bagi setiap orang. Hal tersebut dipengaruhi oleh usia, gaya hidup, lingkungan, dan pola makan. Gejala-gejala insomnia yang paling umum, di antaranya:

  • Sulit untuk merasakan ngantuk dan tidak bisa tertidur.
  • Terbangun pada malam hari atau dini hari dan tidak bisa tidur kembali.
  • Merasa lelah, emosional, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa melakukan aktivitas secara baik pada siang hari.
  • Tidak bisa tidur siang, meskipun tubuh terasa lelah.

Diagnosis Insomnia

Untuk mendiagnosis insomnia, dokter akan mengawali dengan wawancara medis seputar::

  • Rutinitas tidur.
  • Gaya hidup yang buruk, misalnya kebiasaan mengonsumsi kopi atau minuman keras secara berlebihan.
  • Porsi olahraga.
  • Riwayat kesehatan (penyakit yang mungkin diidap).
  • Obat-obatan yang mungkin dikonsumsi.

Selain itu, dokter juga akan meminta membuat buku harian tidur minimal selama dua minggu. Langkah ini dapat membantu dokter memahami pola tidur dan mengukur tingkat keparahan insomnia yang dialami.

Beberapa informasi yang harus dicantumkan di dalam buku harian tidur biasanya, meliputi waktu yang dibutuhkan untuk bisa terlelap, pukul berapa kira-kira mulai tidur, berapa kali terbangun di malam hari, dan pukul berapa terbangun. Informasi yang lengkap akan membantu dokter menangani insomnia secara tepat.

Komplikasi Insomnia

Tidur memiliki banyak keistimewaan bagi tubuh, mulai dari kesehatan fisik hingga psikis. Insomnia yang dibiarkan tanpa penanganan dan berlangsung lama, bisa menimbulkan berbagai masalah lainnya. Mulai dari menurunkan produktivitas dan konsentrasi, gangguan kesehatan mental, hingga memperburuk penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Pengobatan Insomnia

Dalam mengobati insomnia, hal pertama yang dilakukan oleh dokter adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebab. Jika insomnia didasari oleh kebiasaan atau pola hidup tertentu yang tidak sehat, maka dokter akan menyarankan untuk memperbaikinya. Jika insomnia disebabkan oleh gangguan kesehatan (misalnya, gangguan kecemasan), maka dokter akan terlebih dahulu mengatasi kondisi yang mendasari rasa cemas tersebut.

Dalam beberapa kasus insomnia, dokter akan menyarankan agar menjalani terapi perilaku kognitif. Terapi ini bisa membantu untuk mengubah perilaku dan pola pikir yang memengaruhi tidur mereka.

Andaikan dianggap perlu, tak menutup kemungkinan dokter akan meresepkan obat tidur untuk beberapa waktu. Namun, obat tidur merupakan solusi yang bersifat sementara saja. Hal yang perlu digarisbawahi, penanganan insomnia jarang berhasil bila tak mencari solusi dari akar penyebabnya.

Pencegahan Insomnia

Periksakan diri ke dokter jika kesulitan untuk tidur atau sulit mempertahankan tidur, terlebih lagi jika hal tersebut berdampak kepada kehidupan sehari-hari. Kelelahan karena insomnia dapat memengaruhi suasana hati dan menciptakan masalah di dalam hubungan dengan orang-orang terdekat dan rekan kerja. Berikut ini beberapa cara yang efektif untuk mencegah terjadinya gangguan tidur:

  • Berusaha untuk tidur di waktu yang sama setiap malam dan saat bangun di pagi hari. Pastikan juga tidak tidur siang karena dapat mengurangi rasa kantuk di malam hari.
  • Hindari menggunakan smartphone saat sudah memasuki jam tidur agar rasa kantuk tidak hilang.
  • Hindari konsumsi kafein, nikotin, serta alkohol di siang hari yang dapat memengaruhi pola tidur.
  • Usahakan untuk berolahraga secara teratur setiap hari dan lakukan jauh sebelum waktunya tidur.
  • Buat kamar menjadi tempat yang nyaman dan gunakan alat-alat yang mempermudah untuk tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *