Obat GERD Alami, dari Bahan Herbal Sampai Perubahan Gaya Hidup

Obat GERD Alami, dari Bahan Herbal Sampai Perubahan Gaya Hidup

GERD (gastroesophageal reflux disease) menandakan naiknya asam lambung ke kerongkongan sehingga menimbulkan gejala seperti heartburn. Kabar baiknya, gejala GERD juga dapat diredakan dengan obat dari bahan herbal dan perubahan gaya hidup.

Apa saja pilihan obat alami yang dapat Anda coba? Mari lihat rekomendasinya berikut ini.

Berbagai pilihan obat GERD herbal

Gejala GERD bukan hanya menghambat aktivitas, tapi juga bisa bertambah buruk dan mengakibatkan sederet komplikasi bila tidak diobati. Jika sudah begini, Anda perlu mendapatkan perawatan kombinasi dengan obat-obatan dan prosedur medis lainnya.

Sebelum bermunculan obat-obatan medis yang telah teruji efektivitasnya, bahan alami menjadi andalan sebagai obat tradisional untuk GERD. Berikut bahan-bahan herbal sebagai obat GERD yang alami, seperti dilansir dari situs Harvard Medical School.

1. Jahe

Jahe cukup termasyhur sebagai obat herbal sejak ratusan tahun silam, salah satunya dalam mengatasi heartburn. Menurut sebuah studi pada 2011, peserta yang meminum suplemen jahe selama satu bulan mengalami pengurangan peradangan pada sistem pencernaannya.

Dari studi ini, diketahui bahwa jahe kaya dengan antioksidan serta fenolat yang dapat meredakan iritasi saluran cerna dan mengurangi kontraksi otot lambung. Bahkan, bahan aktif yang terkandung pada jahe sebenarnya juga ada pada obat antasida.

Berkat zat-zat tersebut, jahe juga berpotensi mengurangi kemungkinan asam lambung yang berlebihan mengalir dari perut ke kerongkongan. Selain itu, obat tradisional ini juga bisa meredakan gejala GERD lainnya, seperti perut mual dan mulas.

Anda dapat mengolah jahe sebagai obat herbal untuk GERD dengan berbagai cara. Berikut contohnya.

  • Dikupas dan diparut atau diiris tipis-tipis untuk dicampur dalam masakan.
  • Dikupas dan dimakan mentah.
  • Diiris dan direbus bersama air, kemudian dijadikan air jahe untuk diminum.

2. Chamomile

Bahan alami lainnya yang bisa Anda jadikan sebagai obat herbal untuk meredakan gejala GERD adalah chamomile. Tanaman berbunga ini ternyata sudah cukup lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi sakit perut.

Sama seperti jahe, chamomile mengandung zat antiradang yang khasiatnya tidak jauh berbeda dengan obat pereda nyeri golongan NSAID seperti aspirin. Hal ini dilaporkan dalam sebuah studi terbitan jurnal Molecular Medicine Reports.

Studi tersebut menyebutkan bahwa chamomile dapat meredakan banyak gangguan pencernaan. Bahan herbal ini membantu mengatasi efek kenaikan asam lambung, menghambat pertumbuhan bakteri H. pylori, dan mengurangi kejang otot di perut.

Semua manfaat ini menunjukkan bahwa chamomile dapat digunakan sebagai pilihan obat alami untuk meredakan gejala GERD. Anda bisa memperoleh khasiat chamomile dengan menyajikannya sebagai teh chamomile.

3. Licorice

Mungkin belum banyak yang mengenal tanaman licorice. Tanaman ini sebenarnya memiliki nama lain di Indonesia, yaitu akar manis. Licorice dapat melindungi lapisan perut dan kerongkongan sehingga mencegah terjadinya iritasi oleh asam lambung.

Licorice bekerja dengan meningkatkan produksi lendir pada sel kerongkongan. Lendir yang terbentuk akan melindungi dinding kerongkongan dari iritasi akibat paparan asam lambung terus-menerus.

Anda bisa menemukan tanaman akar manis dalam bentuk pil atau cairan yang dikenal sebagai DGL-licorice (Glycyrrhiza glabra). Kunyah atau minum ekstrak licorice ini 1 atau 2 jam sebelum makan.

4. Minyak peppermint

Minyak dari daun peppermint telah sejak lama menjadi obat tradisional untuk melegakan pilek, sakit kepala, mual, dan gangguan pencernaan. Sejumlah studi juga menyebut minyak alami ini bisa menjadi obat gejala GERD akibat naiknya asam lambung.

Akan tetapi, Anda harus teliti saat menggunakan minyak peppermint. Jangan gunakan minyak ini bersamaan dengan obat antasida. Pemakaian keduanya dalam waktu yang sama justru dapat memicu terjadinya heartburn.

Sebelum pakai obat GERD alami, konsultasikan kepada dokter

Obat tradisional mungkin jadi pilihan Anda untuk mengatasi gejala GERD. Pasalnya, obat-obatan medis berpotensi mempengaruhi kinerja ginjal dan hati. Namun, perlu diingatkan kembali bahwa penggunaan obat alami tidak sepenuhnya aman.

Setiap orang merespons pengobatan dengan cara yang beragam. Ini berarti ada yang berhasil menggunakan obat herbal dan ada pula yang tidak. Risiko efek samping tetap ada, terutama pada orang yang alergi obat atau memakai obat dengan cara yang keliru.

Jadi, jika Anda ingin memakai obat alami untuk mengatasi GERD, pastikan bahwa dokter sudah memberikan lampu hijau. Pengawasan dokter juga diperlukan selama penggunaan obat, terutama bila Anda punya masalah kesehatan lain.

Lakukan hal ini agar obat GERD alami bekerja efektif

Kesembuhan GERD tidak hanya bergantung dari obat alami yang Anda minum, tapi juga kebiasaan dan gaya hidup. Jika Anda makan makanan pemicu asam lambung misalnya, gejala GERD tetap akan kambuh sekalipun Anda minum obat herbal.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar Anda terbebas dari gejala GERD yang mengganggu.

1. Menghindari makanan pemicu

Makanan pedas, asam, dan berlemak bisa memicu gejala GERD. Maka dari itu, Anda harus membatasi jenis makanan ini. Sebagai gantinya, perbanyak makanan sehat seperti sayur yang tidak mengandung banyak gas atau buah yang tidak asam.

2. Menjaga berat badan ideal

Keampuhan obat alami dalam meredakan GERD tentu jadi lebih baik jika diimbangi dengan usaha Anda untuk menjaga berat badan tetap ideal. Pasalnya, kelebihan berat badan (obesitas) menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan GERD.

Ini karena berat badan berlebih memberi tekanan yang besar pada lambung sehingga lambung memproduksi lebih banyak asam. Jaga berat badan ideal Anda setidaknya dengan berolahraga ringan selama 30 menit sebanyak lima hari dalam seminggu.

3. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok bisa memicu produksi asam lambung berlebih. Berhenti merokok bukan hanya bermanfaat untuk meredakan gejala GERD, tapi juga membuat tubuh lebih sehat sehingga terhindar dari masalah pencernaan terkait GERD.

4. Meninggikan posisi tubuh saat berbaring

Apabila Anda sering mengalami heartburn saat berbaring, cobalah meninggikan posisi tubuh Anda. Tumpuklah bantal atau penyangga lainnya di bawah kepala Anda, tetapi pastikan tingginya mencapai kira-kira 15 cm.

Ada banyak cara yang dapat ditempuh untuk mengobati GERD, salah satunya dengan mengonsumsi obat alami. Perbaikan gaya hidup seperti menjaga pola makan, berhenti merokok, dan menjaga berat badan juga dapat menunjang pengobatan.

Meski begitu, pastikan Anda sudah berdiskusi dengan dokter sebelum menggunakan bahan herbal apa pun. Hal ini bertujuan untuk mencegah munculnya efek samping akibat penggunaan bahan-bahan tertentu dengan cara yang keliru.

8 Obat Herbal untuk Mengatasi Batu Empedu Secara Alami

8 Obat Herbal untuk Mengatasi Batu Empedu Secara Alami

Obat herbal untuk mengatasi batu empedu secara alami

Terlalu banyak kolesterol atau bilirubin di dalam kantong empedu adalah penyebab terbentuknya batu empedu. Adanya batuan ini, akan menyebabkan penyumbatan dan peradangan pada kantong empedu (kolesistitis). Jika tidak disembuhkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Pilihan pengobatan batu empedu, tak hanya lewat obat medis atau operasi saja. Anda juga bisa memanfaatkan bahan alami sebagai obat herbal untuk meredakan gejala batu empedu.

Beberapa tanaman yang memiliki potensi sebagai obat alami untuk batu empedu, antara lain:

1. Artichoke

Bagian daun, batang, dan akar dari artichoke (Cynara scolymus) dipercaya dapat digunakan sebagai obat herbal untuk meringankan gejala batu empedu. Seperti yang ditemukan oleh sebuah penelitian di Inggris yang dimuat dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews (CDSR) tahun 2009.

Penelitian itu menemukan suplemen ekstrak artichoke dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah hingga 18,5 persen. Sementara itu, kadar kolesterol kelompok partisipan yang diberi pil plasebo (obat kosong) hanya menurun sekitar 8,6% saja.

Kesimpulannya, tanaman alami ini bukan sebagai obat herbal yang ampuh menghancurkan batu empedu. Namun, hanya sebatas membantu menurunkan kolesterol yang dapat menjadi penyebab batu empedu.

Ketika kadar kolesterol berhasil diturunkan, artinya risiko penggumpalan batu lebih lanjut dapat diperlambat atau dihentikan sama sekali. Pada akhirnya, efek inilah yang dipercaya membantu meringankan kemunculan gejalanya.

2. Cuka apel

Cuka apel dapat menjadi pilihan obat alami lainnya untuk meringankan gejala batu empedu. Meski manfaatnya belum benar-benar dibuktikan oleh penelitian ilmiah yang valid, banyak orang percaya cuka apel dapat menyembuhkan nyeri perut karena sifat antiradangnya.

Untuk mencobanya, larutkan 2 sendok makan cuka apel dengan air hangat. Anda bisa minum 2-3 kali dalam sehari seperlunya, sampai rasa sakit mereda. Jangan langsung minum sari cuka apel murni tanpa dilarutkan dulu dengan air, karena asamnya dapat merusak gigi.

3. Bunga dandelion

Menurut studi dalam jurnal National Center for Complementary and Integrative Health, bunga dandelion sudah lama digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati masalah saluran empedu dan hati.

Beberapa orang percaya bahwa akar dari bunga dandelion dapat merangsang produksi cairan empedu di kantong empedu. Mereka biasanya menyeduh bunga dandelion kering untuk mendapatkan manfaat ini.

Kandungan polifenol dalam dandelion dilaporkan oleh beberapa penelitian dapat membantu mengurangi peradangan sementara juga meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bunga dandelion benar bermanfaat sebagai obat alami untuk penyakit batu empedu.

4. Minyak jarak

Sebagai obat herbal alternatif untuk mengobati penyakit batu empedu, minyak jarak sering digunakan dengan cara kompres. Anda dapat mencelupkan kain bersih ke dalam minyak jarak hangat dan tempelkan di sisi kanan atas perut yang terasa sakit. Biarkan kain di atas perut hingga satu jam.

Minyak jarak diketahui bersifat antiradang yang dapat meringankan rasa sakit. Meski begitu, tidak ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan manfaat minyak jarak sebagai obat herbal batu empedu.

Penggunaan obat batu empedu alami ini hanya untuk pemakaian luar, tidak untuk diminum atau dimakan.

5. Teh daun peppermint

Teh daun peppermint sudah sejak lama digunakan untuk meredakan sakit perut, melancarkan pencernaan, dan meredakan mual. Ini karena daun peppermint mengandung mentol, senyawa yang dapat mematikan rasa (membuat kebas) dan meredakan nyeri.

Anda bisa menggunakan tanaman alami ini sebagai obat herbal untuk batu empedu dengan menyeduh beberapa helai daun mint dengan air hangat. Minum teh ini secara teratur untuk membantu mengurangi jumlah kekambuhkan nyeri di daerah kandung empedu.

6. Kunyit

Kunyit adalah salah satu bahan alami yang berpotensi baik sebagai obat herbal untuk membantu mengurangi gejala batu empedu. Kunyit mengandung zat curcumin yang dikenal karena sifat antiradang dan penyembuhannya.

Anda dapat mengolah kunyit dengan cara menyeduhnya dan diminum sebagai teh herbal. Minum air rebusan kunyit setiap hari untuk melihat sampai sejauh mana perbaikan kondisinya.

7. Chia seeds

 

Chia seeds atau biji chia adalah biji-bijian yang mengandung banyak nutrisi bermanfaat untuk tubuh. Sebut saja kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, asam lemak omega-3, dan bahkan sejumlah antioksidan penting.

Mengonsumsi biji chia yang tinggi omega 3 diyakini dapat membantu mengatasi rasa sakit yang diakibatkan peradangan pada kantung empedu. Anda bisa mendapatkan manfaat biji chia ini sebagai obat alami untuk batu empedu dengan menambahkannya pada oatmeal atau masakan.

8. Milk thistle

Milk thistle (Silybum marianum) adalah tanaman yang juga diyakini berpotensi sebagai obat herbal untuk batu empedu. Menurut kutipan jurnal dari American Family Physician, milk thistle tampak mampu melindungi organ hati dan empedu dari efek racun yang bisa menyebabkan peradangan.

Zat aktif di dalam milk thistle yang berperan dalam perlindungan tersebut adalah silymarin. Silymarin paling banyak ditemukan dalam biji milk thistle.

Silymarin dilaporkan bekerja merangsang pembaharuan sel-sel hati yang sudah rusak (regenerasi). Hati yang didukung sel sehat dapat bekerja lebih efektif untuk memproduksi cairan empedu yang lebih sehat (minim kolesterol).

Obat alami untuk meredakan gejala batu empedu umumnya tersedia dalam bentuk pil suplemen. Namun, hati-hati apabila Anda memiliki batu empedu dan diabetes di waktu yang bersamaan. Jangan mengonsumsi milk thistle karena dapat menurunkan kadar gula darah secara drastis pada orang dengan diabetes tipe 2.

Obat alami belum tentu mujarab obati batu empedu

Penting untuk dipahami bahwa manfaat sejumlah obat herbal di atas untuk penyakit batu belum dapat dibuktikan secara valid pada manusia.

Berbagai penelitian yang ada hanya sebatas memperlihatkan potensi masing-masingnya untuk meredakan gejala tertentu yang mungkin timbul akibat batu empedu, tapi tidak menghilangkan batu tersebut. Sederhananya, kemanjuran obat alami di atas belum terbukti benar untuk menyembuhkan batu empedu.

Maka sebelum mencoba obat alami apa pun jika punya batu empedu, konsultasi dan periksakan diri dulu ke dokter. Minta pendapat dokter untuk memastikan keamanan menggunakan obat herbal jenis apa pun.

Ingatlah bahwa obat herbal sifatnya hanya membantu meredakan gejala penyakit dan menjaga kesehatan tubuh secara umum, tapi tidak menyembuhkan sampai tuntas.

Cara aman memilih obat batu empedu alami

Jika Anda berniat mencoba konsumsi obat herbal untuk meredakan gejala batu empedu, tanyakan pada dokter produk mana yang paling tepat dan aman buat kondisi Anda. Jika dokter sudah memperbolehkan memakai obat herbal, tanyakan juga dosis dan cara pakainya yang tepat.

Selain itu, penting untuk selalu mengecek keaslian produk obat herbal yang akan Anda coba untuk mengatasi batu empedu. Anda bisa cek status obat herbal yang ingin Anda gunakan lewat situs https://cekbpom.pom.go.id/ dari BPOM RI.

Di situs tersebut, Anda bisa mengetahui apakah obat herbal itu sudah lolos uji keamanan, efektivitas, khasiat, dan juga sudah terdaftar resmi di BPOM. Ikuti dosis dan cara pakai yang tertera di kemasan untuk penggunaan yang aman di tubuh Anda. Terakhir, jangan lupa untuk cek juga tanggal kedaluwarsanya.

3 Pilihan Obat Herbal untuk Bantu Mengatasi Gejala Osteoporosis

3 Pilihan Obat Herbal untuk Bantu Mengatasi Gejala Osteoporosis

Pengobatan utama untuk osteoporosis adalah obat-obatan resep dokter, seperti bifosfonat, dan mungkin juga meliputi terapi fisik. Namun di samping itu, ada beberapa obat herbal yang diyakini berpotensi membantu mengatasi gejala osteoporosis dan mengendalikan keparahan penyakitnya.

Obat herbal untuk osteoporosis

 

Osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang kerap menyerang orang lebih tua dan wanita. Saat osteoporosis menyerang tandanya kepadatan mineral tulang menurun sehingga rentan patah dan rapuh. Untuk membantu meringankan pengeroposan tulang atau osteoporosis, berikut berbagai obat herbal yang bisa dikonsumsi:

1. Semanggi merah (red clover)

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Evidence Based Complementary and Alternative Medicine, ekstrak semanggi merah dipercaya dapat menjadi obat herbal bagi pengidap osteoporosis.

Hasil penelitian tersebut menemukan, mengonsumsi esktrak semanggi merah selama 12 minggu berefek baik untuk kesehatan tulang wanita menopause. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa suplemen ini membantu melindungi tulang punggung dari efek penuaan tulang akibat usia dan osteoporosis.

Penelitian lain juga menyebutkan proses penurunan kepadatan tulang terjadi lebih lebih lambat pada wanita yang rutin mengonsumsi herbal ini. Mengapa? Semanggi merah dilaporkan mengandung isoflavon yang secara struktur mirip dengan estrogen alami dalam tubuh manusia.

Estrogen itu sendiri adalah hormon yang membantu melindungi kepadatan dan kekuatan tulang. Penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh merupakan salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko osteoporosis.

2. Black cohosh

Black cohosh adalah herbal yang populer digunakan oleh masyarakat Indian Amerika untuk mengatasi masalah kesehatan wanita. Black cohosh banyak digunakan untuk mengobati gejala menopause, sindrom PMS, nyeri haid, jerawat, serta menginduksi persalinan. Namun selain itu, obat herbal yang satu ini juga kerap digunakan untuk mengatasi osteoporosis.

Black cohosh mengandung fitoestrogen (zat mirip estrogen) yang diyakini mampu membantu mencegah pengeroposan tulang. Sebuah penelitian dalam jurnal Bone menemukan bukti bahwa black cohosh mendukung pembentukan tulang pada tikus.

Meski begitu, black cohosh tidak bisa dijadikan sebagai pengganti estrogen dalam pengobatan apa pun termasuk terapi hormon. Di beberapa bagian tubuh, black cohosh ditemukan bisa meningkatkan efek estrogen. Sementara di bagian lainnya black cohosh justru diamati mengurangi efek estrogen yang merugikan tubuh.

Tetap dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memperkuat bukti apakah obat herbal ini benar-benar efektif untuk osteoporosis atau tidak. Pastikan untuk berdiskusi dengan dokter mengenai manfaat dan efek samping obat herbal yang satu ini sebelum dikonsumsi.

3. Paku ekor kuda (horsetail)

Paku ekor kuda termasuk obat herbal yang diduga kuat bisa membantu mengatasi osteoporosis. Biasanya tanaman herbal ini dikonsumsi sebagai suplemen, teh, atau kompres herbal.

Kandungan silikon di dalam paku ekor kuda dipercaya mampu membantu mengurangi pengeroposan tulang. Selain itu, tanaman dengan nama latin Equisetum arvense ini juga diduga kuat bisa merangsang regenerasi tulang.

Paku ekor kuda termasuk tanaman yang mengandung antioksidan dan antiradang. Kandungan ini memiliki senyawa yang bekerja seperti pil diuretik, atau dengan kata lain membuat Anda jadi sering kencing. Oleh karena itu, Anda biasanya disarankan untuk banyak minum air agar cairan yang hilang dan keluar dapat tergantikan.

Selain untuk osteoporosis, obat herbal ini juga digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan di tubuh seperti edema. Kadar kolesterol yang tinggi, haid yang berat, dan batu ginjal juga bisa diringankan gejalanya dengan obat herbal yang satu ini. Namun, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan keefektifannya.

Obat herbal bukanlah pengobatan utama osteoporosis

 

Meski alami, perlu diingat bahwa obat herbal bukanlah pengganti pengobatan utama. Belum ada penelitian yang menjamin 100 persen bahwa obat herbal bisa menggantikan obat medis untuk osteoporosis. Masih dibutuhkan banyak penelitian untuk memperkuat bukti laporan potensi obat herbal untuk osteoporosis.

Tujuan obat herbal itu sendiri bukanlah menyembuhkan melainkan meringankan gejala dan keparahan. Oleh karena itu, obat herbal biasanya hanya diberikan sebagai pelengkap obat dokter lainnya. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memutuskan mana obat herbal yang aman dan cocok untuk kondisi Anda. Sebab, bahan aktif di dalamnya mungkin bisa mengganggu kerja obat utama.

Obat herbal yang dikonsumsi bisa saja bereaksi negatif terhadap obat-obatan yang Anda konsumsi. Bukannya meringankan kondisi, obat herbal malah bisa memperparah kesehatan tulang dan tubuh.

Oleh sebab itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi obat herbal baik dalam bentuk suplemen atau ekstrak lainnya.

Cara memilih obat herbal yang tepat

 

Memilih obat herbal tak bisa sembarangan. Oleh karenanya, Anda perlu meminta izin dan persetujuan dokter terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko obat yang mungkin mengacaukan pengobatan utama.

Jika dokter sudah memberikan lampu hijaunya pada Anda untuk minum obat herbal tertentu, berhati-hatilah sebelum membelinya. Jangan mudah tergiur oleh harga yang murah dan iklan yang menjanjikan. Akan jauh lebih baik jika Anda meminta dokter untuk merekomendasikan beberapa produk yang tepat.

Produk yang Anda beli di pasaran sebenarnya bisa dicek terlebih dahulu di laman Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) http://cekbpom.pom.go.id/.

Hal ini dimaksudkan untuk melihat keamanan obat apakah sudah terdaftar di BPOM atau belum. Biasanya Anda bisa mengeceknya melalui nomor registrasi yang tertera di kemasan, merek, atau nama produknya.

Pastikan juga untuk mengecek tanggal kedaluwarsa obat herbal untuk osteoporosis yang Anda beli. Hal ini untuk mengantisipasi obat kedaluwarsa yang ternyata masih beredar di pasaran.

Setelah semuanya aman, bacalah petunjuk penggunaan mengenai kapan harus diminum dan berapa kali penggunaannya.

Beragam Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Kanker Payudara

Beragam Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Kanker Payudara

Cara mengobati kanker payudara secara alami dengan obat herbal atau pengobatan alternatif masih banyak dicari oleh penderita kondisi ini. Namun, apakah benar obat-obat alami ini bisa mengobati kanker payudara? Apa saja pilihan obat herbal dan pengobatan alternatif yang sering digunakan untuk mengobati penyakit ini?

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum konsumsi obat herbal kanker payudara

Obat herbal adalah produk yang berasal dari tanaman atau ekstrak tumbuhan, seperti minyak, akar, biji, daun, atau bunga. Jenis obat ini sudah digunakan berabad-abad untuk membantu mengobati penyakit atau meningkatkan kesehatan.

Meski demikian, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa obat herbal mampu menyembuhkan penyakit kanker payudara.

Beberapa bahan alami atau obat tradisional tertentu yang sering digunakan hanya dapat membantu meringankan gejala kanker payudara serta efek samping pengobatannya. Oleh karena itu, jangan menjadikan obat herbal sebagai terapi utama dalam pengobatan untuk kanker payudara Anda.

Di sisi lain, mengombinasikan perawatan alami ini dipercaya turut membantu menjaga daya tahan dan stamina tubuh selama menjalani pengobatan utama.

Meski demikian, jika Anda berencana mengonsumsi obat-obatan herbal untuk kanker payudara, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Pasalnya, beberapa obat herbal bisa memengaruhi cara tubuh dalam memroses obat kanker, terutama bila Anda sedang menjalani kemoterapi kanker payudara.

Sebagian obat herbal disebut bisa meningkatkan efek pengobatan kanker, sehingga membuat perawatan menjadi berlebih. Sementara sebagian lainnya bisa mengganggu kerja obat, sehingga perawatan yang sedang dijalani menjadi kurang efektif.

Selain berkonsultasi dengan dokter, pastikan pula bahwa obat herbal yang akan Anda konsumsi telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Anda bisa mengeceknya melalui nomor registrasi, merk, atau nama produknya di laman tersebut.

Rekomendasi obat herbal kanker payudara

Setelah melalui berbagai pertimbangan di atas, berikut berbagai pilihan obat herbal yang bisa Anda pilih untuk mengobati kanker payudara. Beberapa obat alami ini bisa Anda temukan dalam bentuk suplemen dan sudah pernah diteliti secara medis untuk pengobatan kanker payudara.

1. Kunyit

Kunyit termasuk salah satu obat herbal yang bisa dikonsumsi selama pengobatan kanker payudara.

Rimpang dan batang bawah kunyit kaya akan kurkumin, yaitu bahan aktif yang diduga kuat bersifat antikanker karena zat fenoliknya. Selain itu, kurkumin juga bisa mengubah senyawa eikosanoid, seperti prostaglandin E-2 (PGE-2), di dalam tubuh menjadi senyawa antioksidan dan zat antiradang.

Kurkumin pun diketahui mampu menghambat fase pertumbuhan kanker dari mulai pembentukan awal hingga pembelahan.

2. Echinacea

Penelitian yang diterbitkan dalam Saudi Pharmaceutical Journal menyebutkan, salah satu jenis tanaman echinacea, yaitu Echinacea purpurea, berpotensi membantu mengobati kanker.

Pasalnya, echinacea mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan. Adapun flavonoid bisa merangsang sistem kekebalan tubuh serta meningkatkan aktivitas limfosit, yaitu bagian dari sel darah putih untuk meningkatkan sistem imun.

Senyawa ini juga diduga kuat bisa mengurangi efek samping dari kemoterapi dan radioterapi kanker payudara. Oleh karena itu, obat alami ini disebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien stadium kanker payudara lanjut selama menjalani terapi.

3. Bawang putih

Bawang putih bisa menjadi bahan obat herbal untuk kanker payudara, karena mengandung zat bernama ajoene yang diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sementara.

Selain itu, bawang putih juga mengandung senyawa antioksidan, seperti bioflavonoid, cyanidin, dan quercetin yang dikenal mampu menangkal radikal bebas di dalam tubuh. Adapun penumpukan radikal bebas dapat menimbulkan mutasi genetik yang dapat menjadi penyebab kanker payudara.

Selain itu, tingginya jumlah sulfida organik dan polisulfida dalam bawang putih pun turut diduga meningkatkan potensinya sebagai obat herbal antikanker.

4. Ginseng

Ginseng termasuk salah satu obat herbal yang terkenal mampu meringankan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker payudara. Tanaman yang banyak tumbuh di Tiongkok, Korea, dan Jepang ini memiliki zat aktif yang bisa membantu menghambat penyebaran dan pembelahan sel kanker.

Sebuah investigasi yang dilakukan di Korea merekomendasikan ginseng untuk mengurangi risiko kanker pada manusia. Ekstrak dan bubuk kering dari akar ginsenglah yang disebut memiliki kandungan paling kuat untuk membantu mengatasi kanker payudara sebagai obat herbal.

Kandungan ginseng akan bekerja dengan mengganggu pembentukan DNA, sehingga menghambat sel tumor yang seharusnya tumbuh. Selain itu, senyawa aktifnya juga membantu meningkatkan antibodi dan sel-sel yang rusak selama kemoterapi dan radioterapi.

5. Flax seed

Flax seed atau biji rami mungkin kurang akrab terdengar di telinga Anda, tetapi ternyata biji-bijian ini berkhasiat untuk pengidap kanker, termasuk kanker payudara. Biji rami kaya akan serat, asam lemak omega 3, dan lignan yang bersifat antioksidan.

Sekelompok peneliti di Toronto University menunjukkan bahwa biji rami juga memiliki sifat antikanker yang kuat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa biji rami membantu mengurangi keganasan tumor, termasuk tumor payudara.

Meski demikian, penelitian ini masih terbatas dilakukan pada tikus. Dibutuhkan penelitian lanjutan untuk dapat membuktikan manfaatnya pada manusia.

6. Teh hijau

Daun teh hijau mengandung salah satu senyawa polifenol, yaitu epigallocatechin (EGGG), yang bersifat antitumor dan anti-mutagenik. Sebuah penelitian menunjukkan, polifenol dalam teh hijau ini mampu membatasi pembelahan sel kanker dan memicu kerusakan sel.

Selain itu, teh hijau juga mengandung senyawa antioksidan lain yang disebut katekin, yang dapat menghambat penyebaran dan pembelahan sel tumor ke area tubuh lainnya, selain di payudara.

Oleh karena, teh hijau kerap dijadikan sebagai obat alami untuk kanker payudara. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat potensinya pada manusia.

7. Daun keladi tikus

Daun keladi tikus diduga kuat bisa menjadi obat herbal untuk kanker payudara. Sebuah penelitian yang dilakukan di Malaysia membuktikan bahwa esktrak daun keladi tikus bisa membantu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, yaitu MDA-MB-231.

Meski bisa menghambat, efektivitasnya untuk menyembuhkan kanker pada manusia belum diketahui secara pasti. Pasalnya, penelitian daun keladi tikus sebagai obat herbal kanker payudara ini masih dilakukan pada hewan.

8. Daun sirsak

Sirsak tak hanya enak dimakan buahnya, tetapi daunnya juga bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal kanker payudara.

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Oxidative Medicine and Cellular Longevity, daun sirsak mengandung senyawa asetogenin dan alkaloid yang diyakini dapat mengurangi pertumbuhan kanker. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lanjutan pada manusia untuk membuktikan khasiatnya.

9. Daun belalai gajah

Daun belalai gajah mengandung banyak antioksidan, seperti flavonoid, triterpenoid, dan asam fenolik.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine menunjukkan fakta bahwa, daun belalai gajah berguna untuk membantu mengatasi sel adenokarsinoma dan karsinoma (sel kanker) pada payudara. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan keefektifannya.

Pengobatan alternatif sebagai obat alami kanker payudara

Selain obat herbal, pengobatan alternatif juga bisa menjadi cara lain untuk mengobati kanker payudara secara alami. Meski demikian, pengobatan alternatif pun tidak mampu menyembuhkan penyakit ini, tetapi hanya dapat meringankan gejalanya agar kualitas hidup menjadi lebih baik.

Berikut berbagai pengobatan alternatif yang bisa dicoba untuk membantu mengobati kanker payudara:

1. Akupunktur

Akunktur merupakan cara alami yang diyakini dapat meringankan gejala dan efek samping obat kanker payudara, seperti menghilangkan rasa sakit, mengurangi mual, muntah, dan kelelahan.

Akupunktur merangsang sistem saraf untuk melepaskan zat penghilang rasa sakit alami dan sel-sel kekebalan tubuh. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

2. Yoga

Yoga merupakan gabungan antara olahraga dan meditasi yang bertujuan menyatukan pikiran, tubuh, dan jiwa. Obat alami ini diyakini dapat meringankan gejala dan efek samping pengobatan, seperti kelelahan dan stres, serta dapat meningkatkan kualitas tidur, fungsi fisik, dan kualitas hidup penderita kanker payudara.

3. Aromaterapi

Aromaterapi biasanya menggunakan minyak esensial yang beraroma harum untuk memunculkan sensasi menenangkan pada tubuh. Minyak bisa dihirup melalui bantuan diffuser, dioleskan ke kulit sambil dipijat, atau diteteskan ke bak mandi untuk bantu merilekskan tubuh sebagai pengobatan alternatif kanker payudara.

Pengobatan alternatif ini dapat membantu meredakan mual, nyeri, serta stres dan rasa cemas berlebihan pada pasien kanker payudara.

4. Hipnoterapi

Hipnosis atau hipnoterapi adalah pengobatan alternatif kanker payudara yang membantu membimbing Anda untuk rileks dan masuk ke konsentrasi paling dalam. Para hipnoterapis biasanya menggunakan hipnosis untuk membantu mengatasi berbagai masalah emosional dan fisik, seperti kecemasan, hot flashes, mual, dan nyeri yang muncul akibat pengobatan kanker payudara.

5. Pijat

Pijat bisa menjadi pengobatan alternatif yang membantu meringankan rasa sakit serta menghilangkan kecemasan, kelelahan, dan stres pada pasien kanker, termasuk kanker payudara. Obat alami ini pun dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh Anda dalam menjalani pengobatan kanker payudara.

6. Shiatsu

Shiatsu adalah pijat ala Jepang dengan menggunakan akupresur. Dalam pijat shiatsu, terapis melakukan tekanan ritmik yang bervariasi, menggunakan jari-jari ke bagian tubuh tertentu.

Sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan efek shiatsu pada kanker payudara. Namun, beberapa penderita kanker payudara yang melakukan pengobatan alternatif ini melaporkan bahwa dirinya merasa lebih rileks serta sakit di leher, bahu, punggung, dan kepala akibat efek pengobatan kanker payudara menjadi berkurang.

Meski demikian, Anda tidak disarankan melakukan obat alami ini bila sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi kanker payudara.

7. Tai chi

Tai chi adalah olahraga yang menggabungkan gerakan lembut dan pernapasan dalam. Pengobatan alternatif ini dapat membantu menghilangkan stres serta meningkatkan kekuatan, keseimbangan, fleksibilitas, serta fungsi jantung dan paru-paru pada pengidap kanker payudara.

8. Reiki

Reiki adalah terapi asal Jepang yang dilakukan dengan perantara tangan dan bisa dipilih sebagai perawatan tambahan untuk kanker payudara. Terapi ini bertujuan untuk menyeimbangkan aliran energi dan merangsang kemampuan tubuh untuk sembuh.

Belum ada studi ilmiah yang menunjukkan efektivitas reiki sebagai obat alami kanker payudara. Namun, beberapa manfaat bisa Anda dapatkan, seperti relaksasi, rasa hangat pada tubuh yang menyebabkan kantuk, serta mengurangi cemas dan stres sehingga lebih bahagia.

9. Meditasi

Meditasi adalah praktik pemusatan perhatian dengan menahan aliran pikiran normal yang menguasai pikiran. Bagi penderita kanker payudara, meditasi bisa menjadi pengobatan alternatif untuk mengurangi stres, memperbaiki mood, membuat tidur lebih nyenyak, dan mengurangi kelelahan.

10. Terapi musik

Sebuah penelitian pada tahun 2001 di Inggris menemukan bahwa terapi musik juga bisa dijadikan pengobatan alternatif untuk meringankan gejala kanker payudara, seperti kecemasan dan rasa sakit.

Penelitian juga menyebutkan bahwa fungsi sistem kekebalan tubuh meningkat dan hormon stres kortisol pun menurun melalui terapi ini.

Apa pun jenis pengobatan alternatif dan obat herbal kanker payudara yang Anda pilih, pastikan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Jika dokter Anda mengizinkannya, tak perlu ragu untuk melakukan berbagai terapi ini. Akan tetapi, jika dokter tidak membolehkan, ikuti anjurannya demi kesehatan Anda.

Mengulas Obat Herbal: dari Kegunaan, Cara Memilih, Hingga Efek Sampingnya

Mengulas Obat Herbal: dari Kegunaan, Cara Memilih, Hingga Efek Sampingnya

Obat herbal biasanya menjadi tambahan obat-obatan medis dari dokter untuk mengatasi penyakit. Sebelum memakai atau meminumnya, Anda perlu memerhatikan penggunaan obat herbal agar tidak menimbulkan masalah. Simak serba-serbi tentang obat herbal di bawah ini.

Apa itu obat herbal?

Obat herbal adalah bagian dari pengobatan tradisional yang memiliki sejarah panjang.

Menurut World Health Organization, pengobatan tradisional terbentuk dari pengetahuan, keterampilan, dan praktik berdasarkan teori, keyakinan, serta pengalaman dari budaya yang berbeda-beda.

Pengobatan tradisional terkadang memiliki penjelasan ilmiah, tetapi ada pula yang tidak punya bukti ilmiah apa pun.

Obat alami ini dapat digunakan untuk menjaga kesehatan, pencegahan, diagnosis, hingga pengobatan penyakit fisik ataupun mental.

Sementara itu, obat herbal sendiri meliputi jamu yang mengandung bahan aktif dari bagian-bagian tumbuhan.

 

Anda dapat menemukan tanaman herbal dalam cara dan bentuk yang berbeda, seperti:

  • ramuan,
  • teh,
  • sirup,
  • minyak esensial,
  • salep, dan
  • tablet yang mengandung bubuk.

Berdasarkan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat tradisional dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • jamu,
  • obat herbal terstandar (OHT), dan
  • fitofarmaka.

3 Jenis Obat Tradisional yang Umum Dikonsumsi Orang Indonesia

3 Jenis Obat Tradisional yang Umum Dikonsumsi Orang Indonesia

Banyak orang Indonesia yang masih mengandalkan obat herbal tradisional warisan leluhur untuk menunjang kesehatan. Namun, apakah semua jenis obat tradisional pasti aman dan ampuh mengatasi berbagai penyakit? Apa itu obat tradisional (OT)? Obat-obatan bahan alami secara tradisional digunakan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, mengobati penyakit ringan, serta mencegah datangnya penyakit. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan

Sebelum diedarkan, produk herbal harus melalui uji klinis terlebih dahulu untuk membuktikan keamanannya secara ilmiah.

Obat-obatan ini juga harus melalui uji dosis, cara penggunaan, efektivitas, pemantauan efek samping, dan interaksinya dengan senyawa obat lain.

Fitofarmaka adalah satu-satunya golongan obat tradisional yang telah lulus semua uji praklinis dan klinis pada manusia.

 

Sayangnya, kebanyakan obat herbal yang beredar di Indonesia tergolong dalam kategori jamu dan OHT.

Keduanya merupakan jenis obat tradisional yang belum terbukti keamanannya berdasarkan uji klinis.

Bukti yang menunjukkan khasiat OHT hanya terdapat pada eksperimen hewan percobaan.

Hasil percobaan inilah yang sering kali dijadikan dasar bahwa obat alami dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Padahal, efek penggunaan obat pada hewan belum tentu sama pada manusia.

Sementara itu, jamu yang biasanya menggunakan racikan resep turun temurun tidak memiliki dosis dan indikasi yang pasti.

Jamu bisa menimbulkan manfaat dan risiko efek samping yang berbeda untuk setiap orang.

Apa kegunaan obat herbal?

Buku berjudul Herbal Medicine yang diterbitkan oleh CRC Press/Taylor & Francis, menyebutkan bahwa kegunaan atau manfaat utama obat tradisional adalah sebagai promosi kesehatan dan terapi untuk kondisi kronis.

Seseorang juga mungkin menggunakan pengobatan herbal ketika pengobatan konvensional dirasa tidak efektif untuk mengatasi penyakit tertentu, seperti kanker stadium lanjut dan penyakit menular baru.

Selain itu, rempah-rempah sering kali digunakan sebagai pengobatan tambahan penyakit akut dan kronis, seperti:

  • penyakit kardiovaskular,
  • gangguan pada prostat, dan
  • inflamasi atau peradangan.

 

Tak sedikit pula orang yang menggunakan cara atau obat tradisional, seperti tanaman herbal, untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Banyak orang percaya bahwa obat herbal selalu aman dan bermanfaat. Namun nyatanya, obat herbal tidak selalu melalui pengujian, seperti obat medis.

Artinya, obat-obatan alami tidak selalu terjamin keamanan dan keampuhannya dalam melawan penyakit.

Oleh karena itu, Anda perlu mengamati dengan cermat asal-usul obat alami sebelum memutuskan untuk menggunakan atau meminumnya.

Bagaimana cara memilih obat tradisional yang aman?

Anda dapat menggunakan obat-obatan herbal bersamaan dengan obat-obatan medis, tetapi mungkin berisiko mengakibatkan efek samping tertentu.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter Anda sebelum memutuskan untuk minum obat tradisional.

 

Berikut ini adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk memilih obat herbal yang aman untuk dikonsumsi:

  • Pelajari obat-obatan herbal yang ingin Anda konsumsi dengan sebaik-baiknya. Konsultasi dengan dokter dan cermati kemasan obat-obatan yang akan Anda beli.
  • Jika Anda membeli obat tradisional di pasaran, ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan dan konsumsi obatnya sesuai dengan dosis yang ditentukan.
  • Carilah bantuan profesional atau ahli yang punya pengetahuan mumpuni dalam hal obat-obatan tradisional.
  • Perhatikan gejala efek samping setelah minum obat tradisional. Segera hentikan penggunaan obat jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
  • Waspada gejala alergi yang mungkin ditimbulkan setelah minum obat tradisional.

Tak lupa, Anda juga perlu mencermati hal-hal berikut ini pada label kemasan:

  • Adakah kontraindikasi dan larangan?
  • Seperti apa cara pakai atau minum yang benar?
  • Adakah batasan dosis obat tradisional per harinya?
  • Apa saja bahan aktif yang mungkin ada dalam obat herbal tersebut?
  • Apakah Anda memiliki alergi terhadap salah satu dari komposisi yang tertera?
  • Apakah dokter melarang Anda untuk mengonsumsi salah satu bahan karena kondisi kesehatan yang Anda miliki saat ini?
  • Adakah pantangan makanan, minuman, obat-obatan, dan aktivitas yang harus Anda hindari sewaktu minum obat herbal tersebut?

Pastikan produk herbal yang ingin Anda beli memiliki izin edar dari BPOM.

Untuk memastikan keasliannya, Anda dapat mengecek nomor obat yang tercantum di tautan berikut http://cekbpom.pom.go.id/.

Klik di sini untuk melihat daftar lengkap obat tradisional yang diakui BPOM. Sementara ntuk daftar obat-obat tradisional yang telah ditarik dan dilarang edar, Anda bisa kunjungi laman BPOM ini.

Anda perlu memastikan herbalis yang meracik obat tradisional Anda sudah memiliki izin praktik dan terdaftar resmi di Dinas Kesehatan.

Apa saja efek samping obat ini?

Produsen obat herbal memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa klaim yang mereka buat tentang produknya tidak salah atau menyesatkan.

Klaim tersebut pun perlu didukung oleh bukti yang memadai. Namun, mereka tidak diwajibkan menyerahkan bukti ini ke BPOM.

Oleh karena itu, meski terbuat dari bahan alami, banyak herbal yang mengandung senyawa kimia alami berpotensi menimbulkan risiko efek samping merugikan.

Efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi obat alami, antara lain:

  • reaksi alergi,
  • ruam,
  • asma,
  • sakit kepala,
  • mual,
  • muntah, dan
  • diare.

 

Reaksi di atas dapat Anda rasakan dalam tingkatan yang ringan hingga parah.

Jurnal Clinical Medicine menemukan efek samping parah yang ditimbulkan akibat konsumsi obat herbal meliputi:

  • kerusakan hati atau ginjal,
  • perforasi usus,
  • kasinoma,
  • koma, dan
  • kematian.

Perlu diingat, BPOM telah menegaskan bahwa tidak ada jamu, herbal, maupun obat tradisional yang dapat menggantikan kemoterapi atau prosedur lainnya untuk menyembuhkan kanker.

Walau aman, tak semua orang boleh minum obat-obatan ini

Obat herbal biasanya baru memberikan manfaat jika Anda minum rutin dalam jangka panjang.

Hanya saja, jangan lupa perhatikan dosis dan waktu penggunaan jamu jika Anda sedang menggunakan obat lain.

Anda tidak boleh minum obat alami sebelum obat medis untuk menghindari risiko interaksi senyawa kimia. Sebaiknya konsumsi obat herbal 1-2 jam setelah obat medis.

Jamu atau racikan herbal berguna untuk menjaga kesehatan, pemulihan penyakit, atau menurunkan risiko dari penyakit, bukan untuk menyembuhkan

7 Obat Kolesterol Herbal yang Gampang Banget Dicari

7 Obat Kolesterol Herbal yang Gampang Banget Dicari

Obat kolesterol herbal merupakan salah satu cara untuk meredakan kadar kolesterol yang tinggi di dalam darah. Pasalnya, kadar kolesterol tinggi sangat berbahaya lantaran bisa memicu sejumlah masalah kesehatan, seperti penyakit jantung.


Adapun gejala yang ditimbulkan apabila seseorang mengidap kolesterol tinggi, yaitu pusing, pegal, tangan dan kaki terasa sakit, sering kesemutan hingga nyeri dada.

Selain mengubah pola hidup dan mengkonsumsi obat medis, ada juga obat kolesterol herbal yang efektif untuk meredakan kolesterol tinggi.

Obat Kolesterol Herbal

1. Daun Salam
Obat kolesterol herbal pertama adalah daun salam. Selain dimanfaatkan untuk bumbu dapur, daun ini juga memiliki sejumlah manfaat untuk mengatasi masalah kesehatan, seperti meredakan kolesterol tinggi, kencing manis, tekanan darah tinggi, dan maag.

Kandungan senyawa flavonoid di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan yang kuat, sehingga efektif untuk menurunkan kadar kolesterol.

2. Bawang Putih
Sama seperti daun salam, bawang putih juga memiliki kandungan senyawa flavonoid dan saponin yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Itu mengapa bawang putih dikenal sebagai salah satu obat kolesterol herbal.

3. Daun Sirsak
Berdasarkan hasil penelitian, ternyata air rebusan daun sirsak mengandung senyawa flavonoid yang ampuh menghambat pembentukan kolesterol dalam darah.

4. Lidah Buaya
Tak usah dipungkiri lagi soal khasiat lidah buaya. Sebab, kandungan senyawa di dalam tanaman ini, seperti vitamin B3, asam nikotinat, vitamin C, enzim lipase, dan asam folat, sangat membantu untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi.

5. Daun Kelor
Obat herbal berikutnya adalah daun kelor. Tanaman ini telah dimanfaatkan sejak lama oleh bangsa Indian untuk mengatasi obesitas. Ditambah lagi, daun kelor dipercaya bisa menurunkan kadar kolesterol lantaran kandungan zat aktifnya, seperti flavonoid dan tanin.

6. Kedelai
Kedelai juga bisa dijadikan sebagai obat kolesterol herbal. Menurut penelitian, kedelai bisa menurunkan kolesterol jenis LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat sebanyak 12 persen.

Bahkan, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat telah merekomendasikan konsumsi 25 gram kedelai untuk menurunkan kolesterol tinggi di dalam darah.

7. Teh Hijau
Sebuah ulasan dari 14 studi menemukan bahwa mengonsumsi teh hijau setiap hari selama dua minggu bisa menurunkan kolesterol total sekitar 7 mg/dl dan kolesterol LDL sekitar 2 mg/dL.

Selain itu, teh hijau juga dapat mencegah kolesterol LDL dari oksidasi dan membentuk plak di arteri.

Nah, daripada mengkonsumsi obat medis yang terbukti ada efek sampingnya, cobalah mengkonsumsi obat kolesterol herbal untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi. Pemakaiannya juga harus rutin ya guys, biar hasilnya maksimal.

Selain Pepaya, 6 Bahan Dapur Ini Memudarkan Flek Hitam atau Bekas Jerawat

Selain Pepaya, 6 Bahan Dapur Ini Memudarkan Flek Hitam atau Bekas Jerawat

Flek hitam di wajah, dada, tangan, atau bagian tubuh lainnya bisa sangat membuat frustrasi karena tidak hilang dengan sendirinya dan terkadang tidak dapat ditutupi concealer. Mengapa bisa muncul flek hitam?

Menurut Dendy Engelman, ahli bedah kulit bersertifikat di Medis Dermatologi & Bedah Kosmetik di Manhattan dan Hampton Bays, New York, sebagian besar flek hitam pada kulit dapat diakibatkan oleh dua hal: jaringan parut dan hiperpigmentasi (secara teknis, jaringan parut adalah hiperpigmentasi pasca-inflamasi), dan kerusakan akibat paparan sinar matahari.

“Bekas luka dapat dibagi menjadi dua kategori: tanda gelap yang sebenarnya merupakan akibat dari hiperpigmentasi pasca-inflamasi, yang muncul sebagai tanda gelap atau merah muda, atau, perubahan tekstur kulit, yang mengakibatkan bekas luka yang tertekan atau terangkat,” jelas Engelman.

 

“Bekas luka berpigmen disebabkan oleh cedera pada lapisan pembentuk pigmen epidermis, sementara bekas luka tekstur disebabkan oleh robekan sebenarnya di dermis.”

Beberapa orang lebih mudah memiliki bekas luka daripada yang lain bisa jadi karena memiliki kecenderungan genetik (karena mereka memiliki lebih banyak pigmen).

“Beberapa orang dengan lebih banyak pigmen lebih rentan terhadap hiperpigmentasi.”

Engelman menambahkan, “Mereka juga yang memiliki lebih banyak pigmen di kulit lebih rentan terhadap hiperpigmentasi dan jaringan parut.”

 

 


1. Eksfoliasi dengan Pepaya

Bilas lapisan atas dengan exfoliant alami, seperti pepaya diketahui dapat mencerahkan warnakulit.

“Pepaya memiliki asam buah yang dikenal sebagai alfa-hidroksi-asit (AHA), yang merupakan exfoliant,” kata Engelman.

“AHA digunakan untuk kulit kering dan anti-penuaan, dan bekerja untuk memperbaiki kulit dengan menghilangkan lapisan atas kulitdengan demikian, menghilangkan sel-sel kulit mati dan kusam. Pepaya secara khusus akan membantu mencerahkan dan membuat kulit tampak awet muda.”

Untuk mengatasi bintik hitam Anda dengan pepaya, cukup tumbuk pepaya matang dalam mangkuk dan oleskan sebagai masker untuk membersihkan kulit. Saat melepas masker, Anda juga dapat menggunakan gerakan melingkar yang lembut untuk sedikit pengelupasan tambahan pada lapisan atas sel kulit yang mati.


2. Kunyit

Selama berabad-abad, orang-orang di India, sebagian Amerika Tengah, dan daerah subtropis lainnya  mengatakan bahwa kunyit memiliki banyak manfaat. Mulai dari mengurangi peradangan hingga membantu proses pencernaan.

Manfaat kunyit juga meluas ke area perawatan kulit, dan terbukti menghambat produksi melanin kulit, yang menyebabkan bintik-bintik karena hiperpigmentasi.

Bahan aktif dalam kunyit bernama kurkumin, yang memberikan warna kuning-oranye; itu juga yang membuatnya menjadi anti-inflamasi yang kuat.

Untuk memudarkan bintik maupun flek hitam dengan kunyit, buat masker menggunakan satu bagian kunyit dengan madu. Jika mau, tambahkan perasan lemon. Namun ini hanya berlaku untuk pemilik kulit normal. Bagi kulit sensitif jangan dicoba.

 


3. Almond Oil

Minyak almond yang biasa digunakan untuk memasak tidak sama dengan yang digunakan pada kulit. Bila untuk kulit yang sering diperkaya dengan vitamin dan mineral tambahan.

“Kehadiran Vitamin E dan niasin membantu hiperpigmentasi dan memperbaiki warna kulit,” katanya.

Karena minyak almond manis umumnya dipandang sebagai non-komedogenik (artinya tidak akan menyumbat pori-pori Anda), Anda dapat menambahkannya ke rutinitas malam Anda sebagai penghapus riasan atau pelembab yang dimaksudkan untuk membantu melindungi penghalang kulit.


4. Yoghurt

Bahan pencerah kulit alami lainnya yang mungkin sudah Anda miliki di rumah adalah yoghurt. Produk olahan susu ini dapat membantu memudarkan bintik hitam dengan mengelupas kulit. S

eperti sifat pengelupasan kimiawi yang ditemukan dalam pepaya, yoghurt dapat memecah sel-sel kulit mati berkat asam laktat, yang ditemukan secara alami dalam produk susu.

“Menggunakan yoghurt dengan susu sapi bisa efektif dalam menenangkan kulit, karena mengandung asam laktat. Asam laktat adalah AHA, yang memperbaiki perubahan warna dan bintik-bintik penuaan,” kata Engelman.

“Asam ini lebih lembut di kulit daripada exfoliant kimia lainnya. Karena berasal dari susu, ini membantu memperbaiki ketidakseimbangan pH. Ia bekerja untuk meningkatkan nada, tekstur, dan mengurangi kemerahan.”

Yogurt dapat dioleskan untuk membersihkan kulit saja atau dicampur dengan bahan tambahan yang diketahui dapat meningkatkan kesehatan kulit—seperti madu—yang bersifat antibakteri dan bagus untuk kulit berjerawat. Menambahkan oatmeal ke masker yogurt akan membantu mengelupas dan menenangkan kulit kering, pastikan untuk membilas masker ini dengan hati-hati.


5. Tomat

Bukan dioleskan tapi dimakan. Menurut sebuah studi di 2011, peserta yang mengonsumsi sekitar 55 miligram pasta tomat dengan minyak zaitun per hari terlihat mendapat perlindungan dari kerusakan yang disebabkan oleh sinar UV. Hal ini karena tomat secara alami kaya akan likopen, yang memiliki banyak manfaat kesehatan potensial, termasuk perlindungan terhadap sinar matahari.

Bukan penggemar tomat? Buah-buahan dan sayuran berwarna serupa lainnya juga memiliki fungsi yang sama, seperti jambu biji, jeruk bali merah muda, semangka, dan paprika merah.


6. Lidah Buaya

Bagi sebagian orang, bintik hitam bukanlah hasil dari hiperpigmentasi, tetapi jaringan parut, yang terutama terlihat pada mereka yang memiliki kulit lebih kaya melanin.

“Bekas luka tidak dapat diprediksi, yang dapat membuat mereka sulit diobati. Yang penting segera diobati,” jelas Engleman.

“Semakin lentur kulit Anda, semakin kecil kemungkinan bekas luka akan muncul, jadi menambahkan kelembapan kembali ke kulit dengan minyak dan losion dapat mengurangi penampilan dan mencegah pembentukan baru.”

Lidah buaya adalah bahan alami yang dikenal karena sifatnya yang menenangkan dan melembapkan. Lendir gel bagian dalam tanaman lidah buaya (bagian yang digunakan dalam produk perawatan kulit) terdiri dari 99,5 persen air.

Tanaman ini juga dapat dikonsumsi dalam bentuk minuman lidah buaya, atau dioleskan ke kulit sebagai pelembab atau penyembuh kulit dengan cara mematahkan daun tanaman lidah buaya dan mengoleskan zat lengket pada bekas luka Anda.

Tidak memiliki tanaman lidah buaya? Anda dapat menggunakan gel lidah buaya dengan dioleskan langsung ke wajah, seperti halnya banyak pembersih atau pelembab yang mengandung lidah buaya, yang menjanjikan untuk mengurangi kemerahan.


7. Vitamin C

Menurut American Academy of Dermatology, vitamin C adalah salah satu bahan alami yang lebih efektif yang dapat Anda andalkan untuk menyamarkan bintik maupun flek hitam.

“Untuk bekas luka yang gelap, carilah kulit AHA atau retinol yang akan membantu meningkatkan pergantian sel untuk menghilangkan lapisan atas kulit,” saran Engelman.

Yang terakhir adalah bahan perawatan kulit yang kuat, yang juga ditemukan secara alami dalam makanan kaya vitamin C seperti jeruk dan bayam. Sementara beberapa orang lebih suka mencerahkan bintik hitam dengan jus lemon, yang lain menemukan kandungan asam yang tinggi terlalu kuat untuk kulit dan memilih untuk menelan vitamin C mereka, menuai manfaat dari dalam.

Walau murah dan mudah diaplikasikan, rutinitas DIY seperti di atas bukan untuk semua orang, seperti disampaikan Engelman. Perawatan buatan sendiri memungkinkan ruang untuk kesalahan karena tidak diformulasikan dengan rasio yang sama dengan produk formal.

× ada yang bisa saya bantu ?