9 Jenis Makanan yang Baik untuk Penderita Depresi

9 Jenis Makanan yang Baik untuk Penderita Depresi

YOUR MIND SOLUTION- Depresi bukan hanya sekadar perasaan sedih yang bisa kita sepelekan. Kondisi ini merupakan gangguan mental nyata dan bisa menyebabkan berbagai masalah fisik. Tak jarang, depresi juga bisa memicu keinginan bunuh diri.

Orang yang mengalami depresi bisa merasakan kesedihan atau hampa secara intensif. Bahkan, depresi juga bisa menganggu kualitas tidur dan nafsu makan yang bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik. Gangguan psikomotorik dan kelelahan kronis juga kerap terjadi pada penderita depresi.

Kabar baiknya, ada berbagai langkah untuk mengelola gejala tersebut, salah satunya dengan mengatur pola makan.

pola makan dan depresi Menghimpun data Medical News, kebiasaan makan seseorang juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu depresi. Itu sebabnya, mengatur pola makan juga menjadi bagian penting dalam mengelola gejala depresi.

Riset 2017 membuktikan, gejala derpesi tingkat sedang hingga berat bisa membaik ketika penderitanya menerapkan pola makan sehat selama 12 minggu. Pola makan yang dilakoni berfokus pada makanan segar dan utuh serta bernutrisi tinggi.

Berikut berbagai jenis makanan yang dianjurkan untuk penderita depresi: 1. Selenium Meningkatkan asupan selenium membantu mengontrol suasana hati dan mengurangi kecemasan. Alhasil, hal tersebut juga turut membantu gejala depresi menjadi lebih terkendali.

Makanan mengandung selenium bis akita temukan dalam biji-bjian, beberapa jenis makanan laut, dan kacang-kacangan. 2. Vitamin D Riset 2019 membuktikan asupan vitamin D dapat membantu memperbaiki gejala depresi.

Asupan vitamin D secara alami bisa kita dapatkan dari paparan sinar matahari. Akan tetapi, kita juga bisa memperolehnya dari beberapa jenis makanan seperti ikan, produk susu, hati sapi, dan telur. 3. Omega 3 Asam lemak omega 3 juga terbukti membantu mengatasi gangguan depresi.

Riset 2015 turut membuktikan konsumsi asam lemak omega 3 secara rutin mengurangi risiko gangguan suasana hati. Bahkan, nutrisi ini juga penting untuk meningkatkan fungsi otak dan menjagaselubung mielin yang melindungi sel saraf. Makanan dengan omega 3 yang tinggi bisa kita temukan pada biji rami, beberapa jenis ikan, kenari.

Berkat Pola Makan Sehat 4. Antioksidan Antioksidan membantu menghilangkan radikal bebas, yang merupakan produk limbah dari proses alami dalam tubuh. Jika radikal bebas menumpuk, tubuh bisa mengalami stres oksidatif yang memicu gangguan kecemasan dan depresi.

Untuk mengatasinya, kita bisa mengonsumsi makanan tinggi antioksidan, seperti sayur, buah, dan kedelai. 5. Vitamin B Vitamin B, khususnya B12 dan B9, membantu melindungi dan memeliharan sistem saraf, termasuk otak. Nutrisi ini juga membantu mengurangi risiko gangguan suasana hati, yang merupakan salahs atau gejala depresi.

Makanan kaya vitamin B bisa kita temukanpada telur, daging, tiram, unggas, susu, ikan, sayuran, dan buah. 7. Seng Seng membantu meningkatkan sistem kekebalan dan meminimalisir risiko depresi. Beberapa penelitian menunjukkan penderita depresi memiliki kadar seng yang rendah dalam tubuhnya. Sementara itu, meningkatkan asupan seng membantu antidepresan bekerja lebih efektif.

 

Makanan kaya senf bisa kita temukan dalam kacang polong, biji-bijian, daging sapi dan ayam, labu serta tiram. 8. Protein  Protein juga dapat membantu meringankan gejala depresi. Pasalnya, tubuh menggunakan protein yang disebut triptofan untuk membuat serotonin atau hormon pemicu rasa bahagia. Makanan mengandung triptofan bisa kita temukan pada tuna dan buncis.

Riset 2016 membuktikan mikrobiota usus yang sehat dapat mengurangi gejala dan risiko depresi. Makanan mengandung probiotik bisa kita temukan pada yogurt dan kefir.

6 Seleb Yang Pernah Mengalami insomnia dan apa penyebab insomnia

6 Seleb Yang Pernah Mengalami insomnia dan apa penyebab insomnia

Idol kpop yang pernah mengalami gangguan tidur

Kita sebagai fans biasanya melihat idol kpop dengan kondisi yang baik-baik saja, namun siapa sangka kalau mereka ternyata memiliki gangguan tidur yang menyedihkan.

Berikut 6 seleb Korea yang pernah mengalami gangguan tidur:

IU

Saat menjadi bintang tamu di JTBC Newsroom, IU dan pembawa acara saling mendiskusikan tentang album ‘Palette’ milik IU yang memenangkan 32nd Golden Disc Awards.

Dilansir dari allkpop.com, pembawa acara mengatakan bahwa waktu berlalu sangat cepat dan IU menjawab bahwa sudah banyak hal yang terjadi selama itu.

IU bahkan mengungkapkan bahwa ia menciptakan lagu Through the Night saat berjuang melawan insomnia yang sudah dialaminya semenjak menjadi idol di usia 19 tahun.

G.O

G.O yang merupakan mantan member MBLAQ ini ternyata mengalami gangguan tidur. Ia mengalami narkolepsi.

Narkolepsi merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang dengan gangguan tersebut akan sangat mengantuk di siang hari dan secara tiba-tiba mereka akan tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat.

Dilansir dari allkpop, G.O bahkan pernah tertidur saat ia menyanyi.

T.O.P ‘Bigbang’

siapa sangka kalau rapper dari Bigbang ini juga mengalami insomnia dan depresi yang cukup serius.

ingga saat ini, T.O.P masih menjalani pengobatan untuk menyembuhkan penyakit insomnia dan depresi yang dialaminya. Semoga lekas sembuh oppa!

 

Jinwoon

Mantan member 2AM ini ternyata juga pernah mengalami gangguan tidur. Dilansir dari koreaboo.com, ia mengalami hal tersebut sesaat setelah US tour 2AM.

Jinwoon mengatakan ia tidak bisa tidur hingga berbulan-bulan. Jinwoon mengaku sangat kelelahan namun ia tidak bisa tidur meski dibantu obat sekalipun.

Lee Joon

Mantan member MBLAQ, Lee Joon ini juga ternyata pernah mengalami gangguan tidur. Dilansir dari aminoapps, cowok dengan nama asli Lee Chang Sun ini mengalami insomnia yang berkepanjangan karena depresi yang dialaminya.

Amber ‘f(x)’

Member f(x) yang satu ini ternyata pernah mengalami gangguan tidur berupa insomnia. Ia mengalami insomnia karena depresi ringan yang dialaminya.

Dilansir dari sbs.com.au, Amber beberapa kali pernah mendapatkan tekanan dari fans tentang isu gender dan hal tersebut membuatnya sulit tidur.

Insomnia

Pengertian Insomnia

Insomnia adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan tidur. Gangguan tidur ini membuat dirinya tak memiliki waktu tidur yang dibutuhkan tubuh. Hal tersebut menyebabkan kondisi fisik pengidap insomnia menjadi tidak cukup fit untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.

Masalah ini dapat terjadi dalam jangka pendek (akut) hingga jangka panjang (kronis). Selain itu, tidur merupakan keadaan tidak sadar yang terjadi secara alami untuk memungkinkan tubuh untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh akan melalui siklus yang bergantian antara tidur gerakan mata cepat dan tidur non-gerakan mata cepat.

Seseorang mungkin akan melalui empat atau lima siklus tidur dalam satu malam. Satu siklus tidur berlangsung kurang lebih selama 90 menit. Siklus ini diawali empat tahap tidur non-REM, terdiri dari tidur ringan sampai tidur dalam. Lalu, dilanjutkan dengan tidur REM dan di tahap inilah proses mimpi terjadi.

Faktor Risiko Insomnia

Faktanya, insomnia dapat terjadi pada semua rentang usia dan lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pria, serta seseorang yang sudah lanjut usia. Beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami masalah tidur ini, antara lain:

  • Masalah mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Bekerja shift, pekerjaan seperti ini bisa mengubah jam biologis tubuh.
  • Jenis kelamin,ketika menstruasi tubuh akan mengalami perubahan hormon, kondisi ini menimbulkan gejala hot flashes atau keringat di malam hari, sehingga menyebabkan gangguan tidur.
  • Usia, insomnia meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
  • Perjalanan jauh, melakukan perjalanan jauh atau jet lag karena melintasi beberapa zona waktu juga bisa memicu insomnia.

Selain itu, mengidap kondisi medis tertentu, seperti obesitas dan penyakit kardiovaskuler juga dapat menyebabkan seseorang mengalami insomnia. Masa menopause disebut juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan yang membuat sulit tidur ini.

Penyebab Insomnia

Ada beberapa faktor penyebab insomnia yang pada akhirnya berujung kepada kondisi sulit tidur pada jangka waktu yang cukup lama. Mulai dari akibat gaya hidup dan masalah kenyamanan ruangan kamar, hingga akibat gangguan psikologi, masalah kesehatan fisik, dan efek samping obat-obatan, seperti:

  • Mengalami stress.
  • Mengingat peristiwa yang traumatis.
  • Terjadinya perubahan kebiasaan tidur, seperti tinggal di rumah baru.
  • Alami jet lag.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Insomnia yang kronis dapat berlangsung paling tidak selama 3 bulan dan dapat bersifat primer atau sekunder. Sejauh ini, gangguan tidur dengan jenis primer tidak diketahui penyebabnya. Namun pada tipe sekunder, kondisi lain yang dapat terjadi, seperti pengaruh kondisi medis, masalah psikologis, penggunaan zat tertentu, serta mengidap diabetes.

Gejala Insomnia

Seseorang yang mengalami insomnia sangat sulit untuk merasakan ngantuk, sehingga menentukan ukuran tidur normal karena kebutuhan tidur berbeda-beda bagi setiap orang. Hal tersebut dipengaruhi oleh usia, gaya hidup, lingkungan, dan pola makan. Gejala-gejala insomnia yang paling umum, di antaranya:

  • Sulit untuk merasakan ngantuk dan tidak bisa tertidur.
  • Terbangun pada malam hari atau dini hari dan tidak bisa tidur kembali.
  • Merasa lelah, emosional, sulit berkonsentrasi, dan tidak bisa melakukan aktivitas secara baik pada siang hari.
  • Tidak bisa tidur siang, meskipun tubuh terasa lelah.

Diagnosis Insomnia

Untuk mendiagnosis insomnia, dokter akan mengawali dengan wawancara medis seputar::

  • Rutinitas tidur.
  • Gaya hidup yang buruk, misalnya kebiasaan mengonsumsi kopi atau minuman keras secara berlebihan.
  • Porsi olahraga.
  • Riwayat kesehatan (penyakit yang mungkin diidap).
  • Obat-obatan yang mungkin dikonsumsi.

Selain itu, dokter juga akan meminta membuat buku harian tidur minimal selama dua minggu. Langkah ini dapat membantu dokter memahami pola tidur dan mengukur tingkat keparahan insomnia yang dialami.

Beberapa informasi yang harus dicantumkan di dalam buku harian tidur biasanya, meliputi waktu yang dibutuhkan untuk bisa terlelap, pukul berapa kira-kira mulai tidur, berapa kali terbangun di malam hari, dan pukul berapa terbangun. Informasi yang lengkap akan membantu dokter menangani insomnia secara tepat.

Komplikasi Insomnia

Tidur memiliki banyak keistimewaan bagi tubuh, mulai dari kesehatan fisik hingga psikis. Insomnia yang dibiarkan tanpa penanganan dan berlangsung lama, bisa menimbulkan berbagai masalah lainnya. Mulai dari menurunkan produktivitas dan konsentrasi, gangguan kesehatan mental, hingga memperburuk penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Pengobatan Insomnia

Dalam mengobati insomnia, hal pertama yang dilakukan oleh dokter adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebab. Jika insomnia didasari oleh kebiasaan atau pola hidup tertentu yang tidak sehat, maka dokter akan menyarankan untuk memperbaikinya. Jika insomnia disebabkan oleh gangguan kesehatan (misalnya, gangguan kecemasan), maka dokter akan terlebih dahulu mengatasi kondisi yang mendasari rasa cemas tersebut.

Dalam beberapa kasus insomnia, dokter akan menyarankan agar menjalani terapi perilaku kognitif. Terapi ini bisa membantu untuk mengubah perilaku dan pola pikir yang memengaruhi tidur mereka.

Andaikan dianggap perlu, tak menutup kemungkinan dokter akan meresepkan obat tidur untuk beberapa waktu. Namun, obat tidur merupakan solusi yang bersifat sementara saja. Hal yang perlu digarisbawahi, penanganan insomnia jarang berhasil bila tak mencari solusi dari akar penyebabnya.

Pencegahan Insomnia

Periksakan diri ke dokter jika kesulitan untuk tidur atau sulit mempertahankan tidur, terlebih lagi jika hal tersebut berdampak kepada kehidupan sehari-hari. Kelelahan karena insomnia dapat memengaruhi suasana hati dan menciptakan masalah di dalam hubungan dengan orang-orang terdekat dan rekan kerja. Berikut ini beberapa cara yang efektif untuk mencegah terjadinya gangguan tidur:

  • Berusaha untuk tidur di waktu yang sama setiap malam dan saat bangun di pagi hari. Pastikan juga tidak tidur siang karena dapat mengurangi rasa kantuk di malam hari.
  • Hindari menggunakan smartphone saat sudah memasuki jam tidur agar rasa kantuk tidak hilang.
  • Hindari konsumsi kafein, nikotin, serta alkohol di siang hari yang dapat memengaruhi pola tidur.
  • Usahakan untuk berolahraga secara teratur setiap hari dan lakukan jauh sebelum waktunya tidur.
  • Buat kamar menjadi tempat yang nyaman dan gunakan alat-alat yang mempermudah untuk tidur.
5 Tips Jitu Atasi Depresi Pasca Stroke

5 Tips Jitu Atasi Depresi Pasca Stroke

Pada pasien stroke  ditemukan  sebanyak 30-40% yang mengalami depresi. Bila tidak segera ditangani akan memperparah kondisi pasien stroke. Bagaimana cara mengatasinya?

Adanya gangguan depresi dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Selain itu juga dapat memperlambat penyembuhan atau memperburuk penyakit fisik bagi penderita stroke.

Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak akibat berkurangnya suplai darah ke bagian otak. Kerusakan pada beberapa bagian otak yang mengakibatkan menurunkan kondisi fisik seseorang.

Untuk melihat kondisi depresi seseorang dokter menggunakan  Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM)-IV . Pada pasien stoke  ditemukan  sebanyak 30-49% yang mengalami depresi.

Bagi penderita stroke sering ditemukan sepertiganya pernah mengalami gejala depresi. Depresi pasca stroke merupakan  komplikasi kejiwaan yang paling sering ditemui pada pasien-pasien stroke. Untuk melihat kondisi depresi seseorang dokter menggunakan  Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM)-IV . Pada pasien stoke  ditemukan  sebanyak 30-49% yang mengalami depresi.

Namun banyak kasus-kasus depresi setelah serangan stroke tidak didiagnosis dokter. Tidak sedikit dokter mengabaikan memeriksa tanda-tanda depresi yang dialami pasien stroke. Kerap terjadi  pasien yang telah mengalami stroke dengan baik dapat menyembunyikan gejala atau malah mereka sendiri pun tidak menyadari keadaan mereka.

Depresi Efek Stroke & Kualitas Hidup Seseorang

5 Tips Jitu Atasi Depresi Pasca Stroke

Depresi dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang.  Serangan stroke dapat membuat penderitanya  mengalami banyak kemunduran fisik dan sulit untuk pulih dari serangan stroke. Hal ini dapat membuat lebih sulit untuk pulih dari kondisi serangan stroke.

Angka kematian 10 kali lebih tinggi pada orang yang mengalami depresi setelah stroke dibanding yang tidak. Depresi pasca stroke dapat diatasi dengan pengobatan di bawah pengawasan dokter.

Namun begitu dukungan keluarga, perawat, dan terapis amat dibutuhkan sebagai salah satu pendukung utama.

Faktor Risiko Depresi Pasca Stroke

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu depresi pasca stroke seperti :

  • Memiliki penyakit mental sebelumnya
  • Bila penderita stroke adalah perempuan
  • Mempunyai kondisi sebelumnya yang dipengaruhi tentang bagaimana kondisi otak Anda, misalnya saja cedera otak traumatis.
  • Memiliki kesulitan fungsional sebelumnya, seperti mereka itu mungkin disebabkan oleh penyakit Parkinson atau gangguan neuromuskular lainnya.
  • Bila penderita stroke itu hidup sendiri.

Stroke dapat menyebabkan tingginya risiko terjadinya disabilitas dan masalah neurologis. Misalnya, jika Anda mengalami aphasia (kesulitan bicara dan memahami kata-kata) setelah serangan stroke, akan membuat Anda menjadi tertekan sekali.

Setiap kasus pasca stroke depresi dapat memiliki gejala yang berbeda dan durasi. Kebanyakan gejala muncul antara tiga sampai enam bulan setelah stroke. Namun, bisa juga terjadi setelah beberapa  usai serangan stroke.

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menimbulkan risiko terjadinya depresi pasca stroke. Di antaranya kesepian, kurangnya interaksi sosial, genetika, keterbatasan dalam kemampuan fisik dan mental setelah terjadinya serangan stroke.

Tanda-tanda Depresi Pasien Stroke

5 Tips Jitu Atasi Depresi Pasca Stroke

Jika Anda adalah pasien stroke,  anggota keluarga,  perawat, home care,  dan terapis dari seseorang yang baru saja menderita stroke, hati-hati untuk ini sembilan gejala:

  • Perasaan terus-menerus sedih dan kecemasan
  • Kehilangan minat dalam kegiatan normal menyenangkan
  • Perasaan tidak berharga dan putus asa
  • Kelelahan
  • Kesulitan fokus dan mudah tersinggung
  • Pola tidur terganggu, seperti tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • Kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan
  • Mengurangi minat menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga
  • Pikiran untuk bunuh diri

Orang-orang yang telah mengalami stroke akan mengalami perubahan mood seperti : kecemasan, lekas marah, agitasi, gangguan tidur, perubahan perilaku, apatis, kelelahan, dan halusinasi.

Sangat penting bagi home care, perawat, dan terapis  menyadari keadaan emosional seseorang yang mengalami stroke. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan diagnosa yang tepat.

Pengobatan untuk depresi biasanya merupakan terapi dan obat-obatan. Ada juga terapi perilaku kognitif adalah terapi yang umum kombinasi digunakan untuk mengobati depresi.

Selain itu yang juga menjadi bagian penting adalah memahami bagaimana obat ini dapat berinteraksi dengan orang lain.  Pastikan Anda bicara dengan dokter untuk pengobatan pada pasien pasca stroke.

Gaya Hidup Atasi Depresi Pasca Stroke

5 Tips Jitu Atasi Depresi Pasca Stroke

Selain pengobatan dokter untuk depresi, ada beberapa 5 hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi depresi. Salah satunya dengan mengubah gaya hidup Anda seperti :

1.Menghadiri kelompok pendukung. Melalui kelompok dukungan, Anda dapat bertemu orang lain yang akan melalui situasi yang sama. Hal ini dapat membantu Anda merasa ringan berbagi pengalaman dengan banyak orang lain.

2.Makan makanan yang sehat. Makananan yang terdiri makanan sehat seperti  buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak akan membantu Anda tetap sehat dan pulih.

3.Tetap bersosialisasi. Anda sebaiknya tetap bergaul dan bertemu dengan keluarga atau sahabat. Dengan demikian Anda tidak merasa sendiri dan dapat tetap gembira sehingga menghilangkan depresi.

4.Tetap mandiri sebisa mungkin. Jika Anda pulih dari stroke, Anda tetap memerlukan bantuan dari keluarga atau perawat.  Mungkin hal ini sangat sulit Anda terima karena akan kehilangan ‘kemerdekaan’  pribadi. Ada baiknya Anda berdiskusi dengan perawat untuk melihat kemungkinan  ada beberapa kegiatan yang dapat Anda lakukan sendiri.

5.Latihan setiap hari . Aktivitas fisik sehari-hari  dapat banyak membantu Anda mempercepat pemulihan dan depresi Anda. Bila Anda dapat berjalan lakukan dengan jarak pendek setiap hari untuk membuat fisik dan otot Anda kuat.  Selain itu Anda juga dapat melakukan latihan low impact lainnya.

Bagian paling sulit bagi seseorang yang mengalami stroke adalah menjadi tergantung dengan perawat atau terapis. Ketergantungan ini bisa dalam hal ringan hingga berat untuk sementara waktu.

Karena itu sebaiknya perlunya pengawasan dan kewaspadaan dokter, perawat, terapis, dan anggota keluarga mengenali tanda-tanda awal depresi. Bila diketahui depresi lebih awal akan kian mudah untuk mengatasi depresi. Sebaliknya bila depresi hadir dan tidak ditangani maka akan meningkatkan kondisi depresi. Karena itu, konsultasikan ke dokter bila Anda mengalami atau menemukan tanda-tanda depresi untuk segera ditangani.

silahkan klik kontak kami untuk penangangan lebih lanjut

9 Gejala Ginjal Bengkak yang Pantang Disepelekan

9 Gejala Ginjal Bengkak yang Pantang Disepelekan

your mind solution – Ginjal bengkak adalah kondisi yang terjadi saat ginjal membengkak karena urine tidak dapat mengalir keluar dari ginjal menuju ke kandung kencing.

Masalah kesehatan yang dikenal sebagai hidronefrosis ini bisa muncul di salah satu atau kedua bagian ginjal.

Untuk memahami gejala ginjal bengkak, simak bagaimana salah satu organ vital tubuh ini bisa bengkak. Dilansir dari National Kidney Foundation, saluran kencing berfungsi untuk membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.

Saluran kencing terdiri atas empat bagian, yakni ginjal, ureter, kandung kencing, dan uretra. Urine terbentuk ketika ginjal menyaring darah dan membuang kelebihan cairan dan limbah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Urine terkumpul di bagian ginjal yang dikenal dengan pelvis ginjal. Dari pelvis ginjal, urine bakal mengalir menuju kandung kencing melalui selang kecil yang disebut ureter.

Kandung kemih perlahan akan terisi dengan urine. Saat sudah penuh, tubuh akan mengirimkan kode agar kandung kemih dikosongkan lewat selang kecil lain yang disebut uretra.

Ginjal bengkak terjadi ketika ada penyumbatan aliran urine di sepanjang saluran kencing. Masalah kesehatan ini juga bisa muncul ketika urine yang ada di kandung kencing dan semestinya turun ke bawah, justru berbalik naik.

Ini Akibat Anak Sering Makan Es Krim yang Harus Diwaspadai

Ini Akibat Anak Sering Makan Es Krim yang Harus Diwaspadai

Tidak ada salahnya jika anak ingin mengonsumsi es krim sesekali saja. Namun, Anda jangan sampai lengah dan membiarkan anak terlalu sering memakannya. Sebab, ada beberapa efek samping yang bisa mengancam kesehatan tubuh anak. Maka dari itu, kenali lebih jauh berbagai akibat anak sering makan es krim yang berbahaya ini.

Akibat anak sering makan es krim yang harus diwaspadai

Mulai dari meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, hingga membuat tubuh terasa lesu. Berikut ini adalah bahaya makan es krim berlebihan yang harus diwaspadai.

1. Meningkatkan risiko obesitas

Dilansir dari Eat This, seorang ahli bernama Edwina Clark, RD, APD menyatakan bahwa mengonsumsi es krim berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas. Sebab, es krim mengandung kalori yang tinggi sehingga bisa menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.Namun, jika si kecil hanya memakan es krim sesekali saja, Anda tidak perlu mengkhawatirkan risiko obesitas ini.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Sama seperti produk olahan susu lainnya, es krim mengandung lemak yang cukup tinggi. Sebenarnya, tubuh membutuhkan lemak untuk memproduksi hormon, sumber energi, dan menjaga organ tubuh.Akan tetapi, konsumsi lemak berlebihan malah meningkatkan risiko Anda terhadap berbagai penyakit berbahaya, misalnya penyakit jantung.Tentunya bahaya makan es krim bagi anak ini harus diwaspadai. Sebab, penyakit jantung adalah penyakit serius yang bisa mengancam nyawa. Maka dari itu, cobalah untuk memerhatikan porsi es krim yang anak Anda makan.

3. Mengonsumsi gula berlebihan

Es krim mengandung gula yang bisa berdampak buruk bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, gula dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit jantung.Konsumsi gula berlebihan juga bisa berdampak pada kadar glukosa dalam darah sehingga risiko Anda mengalami diabetes menjadi semakin tinggi.

4. Meningkatkan lemak di perut

Bahaya es krim selanjutnya adalah meningkatkan lemak di perut. Es krim mengandung karbohidrat olahan yang bisa membuat penumpukan lemak di perut. Satu pint es krim (473 mililiter) mengandung 120 gram karbohidrat.Sebenarnya, karbohidrat adalah sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Namun, tubuh tidak menggunakannya secara langsung. Karbohidrat yang tidak terpakai inilah akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.

5. Mengganggu sistem pencernaan anak

Konsumsi es krim berlebihan juga dapat mengganggu sistem pencernaan anak. Es krim mengandung lemak tinggi yang membutuhkan waktu lama untuk diproses oleh tubuh.Hal ini dapat menyebabkan perut kembung dan gangguan sistem pencernaan yang akhirnya malah mengganggu waktu istirahat anak.

6. Membuat gigi menjadi sensitif

Gigi menjadi sensitif adalah salah satu akibat anak sering makan es krim. Kondisi ini dikenal dengan sebutan hipersensitivitas dentin. Gigi sensitif terjadi saat enamel gigi berkurang dan ujung saraf gigi terekspos.

7. Fungsi otak terganggu

Tahukah Anda kalau mengonsumsi es krim secara berlebihan dapat mengganggu fungsi otak?Menurut Eva Selhub, MD, dari Harvard Medical School Health, kandungan gula olahan pada es krim berpotensi mengganggu fungsi otak dan bisa memperparah gejala dari gangguan suasana hati, misalnya depresi.

Sering Nonton Sambil Tiduran Bisa Picu Stroke, Benarkah?

Sering Nonton Sambil Tiduran Bisa Picu Stroke, Benarkah?

your mind solution – Demam menonton drama kini sering dilakukan untuk mengisi waktu luang. Terlebih, kamu bisa menontonnya melalui layar TV maupun handphone. Namun, terkadang era yang serba praktis ini mendatangkan bahaya apabila kita tidak menggunakannya dengan bijak. Seperti yang dialami oleh remaja di China. Remaja yang tidak disebutkan namanya ini didiagnosis mengidap infark serebral akibat sering nonton sambil tidur.

Remaja berusia 19 tahun ini mulai merasa kejanggalan pada tubuhnya, seperti anggota tubuh sebelah kanan melemah dan mulai berbicara dengan jelas. Setelah dilarikan ke rumah sakit, remaja tersebut dinyatakan mengidap infark serebral yang sering dikenal sebagai stroke akibat kolesterol dan kalsium lemak menumpuk dalam pembuluh darah. Fakta lainnya mengungkapkan, selain gemar nonton sambil tidur, remaja ini juga punya kebiasaan merokok dan tidak pernah berolahraga.

Apa Itu Infark Serebral?

Infark mengacu pada kematian jaringan. Sedangkan infark serebral didefinisikan sebagai kematian jaringan dalam otak, yang lebih dikenal sebagai stroke. Infark serebral terjadi ketika timbul lesi otak di mana sekelompok sel otak mati ketika tidak mendapatkan cukup suplai darah.

Banyak faktor yang memicu terjadinya infark serebral, seperti obesitas, merokok, sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat, minum alkohol, dan tidak berolahraga. Pada kasus remaja asal China tersebut adalah ia memiliki berat badan berlebih, tidak aktif atau tidak pernah berolahraga serta memiliki kebiasaan merokok.

Stroke bisa menjadi fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, mengetahui tanda-tanda stroke penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pada umumnya stroke ditandai dengan kelumpuhan di berbagai bagian tubuh, sulit berbicara, kesulitan melihat dan sakit kepala.

Penanganan Infark Serebral yang Terlanjur Terjadi

Penanganan stroke infark harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kerusakan parah pada otak dan komplikasi yang berkaitan dengan stroke. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang untuk pulih. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, dikhawatirkan terjadi kerusakan permanen pada otak.

Penangan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini yaitu:

  • Terapi Oksigen

Dokter akan memberikan oksigen jika kadar oksigen dalam tubuh pengidap berkurang. Jika pengidap hilang kesadaran atau koma dan tidak mampu bernapas normal, dokter akan memberikan napas bantuan dengan intubasi dan memasang alat ventilator.

  • Obat-obatan

Pemberian obat-obatan diperlukan untuk mengatasi penyumbatan aliran darah yang menyebabkan stroke infark. Obat yang diberikan berupa obat antikoagulan atau pengencer darah seperti aspirin dan warfarin, dan obat trombolitik untuk mengatasi penyumbatan di pembuluh darah otak.

Obat antihipertensi mungkin juga diberikan oleh dokter untuk mengontrol tekanan darah pengidap dan obat untuk mempertahankan fungsi otak (neuroprotektor).

  • Operasi

Jika darah menggumpal atau terjadi pembekuan darah berukuran besar dan tidak bisa dihancurkan sepenuhnya dengan penyuntikan obat pengencer darah, maka tindakan akan dilanjutkan dengan operasi.

  • Fisioterapi dan Terapi Okupasi

Setelah semua penanganan dilakukan, pengidap perlu menjalani fisioterapi dan terapi okupasi selama beberapa hari di rumah sakit. Terutama jika stroke infark menyebabkan kelumpuhan atau anggota tubuh melemah.

Stroke Bisa Dicegah Sejak Dini

Tips pencegahan stroke sebenarnya hampir sama dengan strategi untuk mencegah penyakit jantung. Tips berikut ini berfokus pada perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Berikut sejumlah tips yang perlu diketahui, yaitu:

  • Berhenti merokok. Merokok sering menjadi penyebab utama penyakit stroke. Maka dari itu, hentikan kebiasaan merokok untuk menurunkan risikonya. Jika tidak merokok, sebaiknya hindari asap rokok sebisa mungkin.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan bisa sebabkan stroke. Jika kamu memiliki berat badan berlebih, cobalah untuk menurunkannya sedikit demi sedikit dengan mengatur pola makan yang dibarengi dengan olahraga.
  • Konsumsi buah dan sayur. Mengonsumsi banyak buah dan sayuran setiap hari dapat mengurangi risiko stroke.
  • Olahraga teratur. Latihan aerobik atau kardio secara rutin dapat mengurangi risiko stroke. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol HDL dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan jantung secara keseluruhan.
Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

your mind solution – Darinya banyaknya penyakit yang bisa menyerang hidung, rhinitis dan sinusitis sering membuat pengidapnya kewalahan. Keduanya kerap membuat hidung tersumbat hingga menurunkan sensitivitas indra penciuman. Namun, apakah kamu tahu perbedaan dari kedua kondisi tersebut?

Rhinitis adalah peradangan atau iritasi yang terjadi di membran mukosa. Penyakit ini dibagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan nonalergi. Rhinitis alergi disebabkan oleh alergi.

Misalnya, debu, kelupasan kulit hewan, dan serbuk sari. Sedangkan non alergi disebabkan oleh alergi, tapi kondisi, seperti infeksi virus dan bakteri.

Sementara itu, sinusitis disebabkan oleh infeksi virus maupun alergi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan dinding dalam hidung. Tepatnya dinding tulang pipi dan dahi yang fungsinya mengatur suhu dan kelembapan udara sebelum masuk ke paru. Rongga ini juga biasa dikenal dengan rongga sinus. Lantas, apa perbedaan rhinitis dan sinusitis?

 

Ada Hubungan Sebab-Akibat

Rhinitis dan sinusitis adalah dua penyakit yang berbeda, tapi saling berhubungan. Rhinitis yang menyerang radang mukosa hidung selama ini lebih dikenal dengan istilah pilek. Sedangkan sinusitis peradangan pada sedikitnya satu rongga sinus karena lendir atau ingus.

Lalu, bagaimana perbedaan rhinitis dan sinusitis? Biasanya sebelum terjadi sinusitis, seseorang umumnya akan mengalami rhinitis terlebih dahulu. Sebab, daerah mukosa hidung dan rongga sinus saling berhubungan. Nah, bila rhinitis tak ditangani dengan baik, pada akhirnya bisa menjadi sinusitis. Kok bisa?

Tersumbatnya saluran pernapasan pada pengidap rhinitis sering menyebabkan terjadinya infeksi. Nah, sinusitis sering kali disebabkan oleh adanya infeksi di jalur pernapasan.

Singkat kata, perbedaan rhinitis dan sinusitis ini bisa dilihat dari lokasi peradangan yang terjadi dalam rongga hidung.

Gejala yang Hampir Mirip

Meski gejala-gejala kedua penyakit ini hampir mirip, tapi perbedaan rhinitis dan sinusitis juga bisa kok ditelisik dari gejalanya. Gejala sinusitis akut pada orang dewasa biasanya terjadi setelah pilek yang tidak kunjung membaik, atau memburuk setelah 7 hingga 10 hari.

Menurut National Institutes of Health, beberapa gejala sinusitis akut berupa:

  • Bau mulut atau kehilangan indra penciuman.
  • Hidung tersumbat dan keluar cairan.
  • Kelelahan dan perasaan sakit secara umum.
  • Demam.
  • Batuk, seringkali memburuk pada malam hari.
  • Sakit tenggorokan dan tetesan postnasal.
  • Nyeri seperti tekanan, nyeri di belakang mata, sakit gigi, atau nyeri pada wajah.
  • Sakit kepala.

Sementara itu, gejala sinusitis kronis sama dengan gejala sinusitis akut. Namun, gejalanya cenderung lebih ringan dan berlangsung lebih dari 12 minggu. Sedangkan gejala sinusitis pada anak-anak, meliputi:

  • Batuk pilek atau atau gangguan pernapasan yang awalnya mulai membaik dan kemudian akan memburuk.
  • Demam tinggi, disertai dengan cairan hidung yang menggelap, yang berlangsung setidaknya selama 3 hari.
  • Keluarnya cairan dari hidung, dengan atau tanpa batuk, yang telah ada selama lebih dari 10 hari dan tidak membaik.

Bagaimana dengan gejala rhinitis? Baik rhinitis alergi atau tidak, biasanya menimbulkan gejala yang sama. Gejala yang dialami pengidapnya kira-kira menyerupai pilek, seperti:

  • Bersin-bersin.
  • Gatal pada hidung.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Mata gatal atau berair.
  • Batuk.

Gejala-gejala rhinitis biasanya muncul tak lama setelah pengidapnya terpapar alergen.  Contohnya, serbuk sari bunga, bulu hewan, atau debu. Kebanyakan orang dengan rhinitis alergi memiliki gejala ringan yang mudah dan efektif diobati.

Namun, ada pula sebagian orang yang mengalami gejala yang cukup parah dan berlangsung secara terus-menerus, hingga menyebabkan masalah tidur dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Referensi:
National Institutes of Health – MedlinePlus. Diakses pada 2021. Sinusitis.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Sinusitis. 
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Allergic Rhinitis. 
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Non-Allergic Rhinitis.
Makanan untuk Penderita Diabetes yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi

Ada beberapa jenis makanan untuk penderita diabetes yang baik dan buruk untuk dikonsumsi. Hal ini penting untuk diketahui guna menjaga kadar gula dalam darah tetap normal dan stabil. Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan untuk lebih cermat dalam mengonsumsi makanan.

Menjaga pola makan merupakan hal yang penting dilakukan oleh setiap penderita diabetes. Hal ini karena peningkatan kadar gula darah pada penderita penyakit ini dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan, seperti kelelahan, kerusakan saraf, rentan terkena infeksi dan luka, bahkan kehilangan kesadaran atau koma.

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi - Alodokter

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Dianjurkan

Selain dengan obat-obatan, diabetes juga perlu ditangani dengan mengikuti pola makan khusus yang disebut terapi nutrisi medis. Melalui terapi ini, penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi yang rendah lemak dan kalori agar kadar gula darah tetap terkontrol.

Berikut ini adalah beberapa contoh pilihan makanan yang baik untuk penderita diabetes:

  • Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, ubi panggang, oatmeal, roti gandum,dan sereal dari biji-bijian utuh
  • Daging tanpa lemak atau ayam tanpa kulit
  • Sayuran, seperti brokoli dan bayam, serta diproses dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau dikonsumsi mentah
  • Buah-buahan segar dan bila ingin mengolahnya menjadi jus, sebaiknya jangan ditambah gula
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai dalam bentuk tahu yang dikukus, dimasak untuk sup, atau ditumis
  • Telur
  • roduk olahan susu rendah lemak, seperti yoghurt
  • Berbagai jenis ikan, seperti tuna, salmon, sarden dan makarel, tetapi hindari ikan dengan kadar merkuri tinggi,misalnya ikan tongkol

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Harus Dihindari

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, belum puas rasanya jika menu hidangan tidak dilengkapi dengan nasi putih. Padahal, bagi penderita diabetes, makanan pokok ini sebaiknya dihindari karena mengandung kadar gula yang tinggi dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya.

Selain nasi putih, ada beberapa jenis makanan lain yang harus dihindari agar kadar gula darah tetap terjaga, di antaranya:

  • Roti tawar putih
  • Makanan yang terbuat dari tepung terigu
  • Sayuran yang dimasak dengan tambahan garam, keju, mentega, dan saus dalam jumlah banyak
  • Buah-buahan kaleng yang mengandung banyak gula
  • Sayuran kaleng yang mengandung garam tinggi
  • Daging berlemak dan kulit ayam
  • Produk susu tinggi lemak
  • Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, ikan goreng, pisang goreng, dan kentang goreng
  • Makanan dan minuman mengandung gula tinggi, seperti kue, sirop, dan soda

Jika Anda menderita diabetes, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan buatan sendiri. Dengan demikian, Anda bisa memantau bahan baku dan bahan tambahan apa saja yang akan digunakan.

Selain cermat dalam memilih makanan yang dikonsumsi, Anda juga disarankan untuk rutin mengecek kadar gula darah setidaknya 3 bulan sekali dan menerapkan pola hidup sehat.

Dengan pola makan sehat, olahraga, dan pengobatan yang tepat, kadar gula darah dapat lebih mudah terkontrol sehingga risiko terkena komplikasi penyakit diabetes pun akan menjadi lebih rendah.

Penderita diabetes perlu lebih hati-hati saat memilih dan mengonsumsi makanan. Jika membutuhkan saran mengenai menu atau porsi makanan untuk penderita diabetes, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Reinfeksi COVID-19 Setelah Vaksinasi

Reinfeksi COVID-19 Setelah Vaksinasi

Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa dengan melakukan vaksinasi COVID-19, mereka telah terbebas sepenuhnya dari infeksi virus Corona dan tidak perlu lagi menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Padahal, risiko reinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi masih mungkin terjadi.

Reinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi berarti seseorang pernah sekali terinfeksi COVID-19, sembuh, melakukan vaksinasi COVID-19 sampai lengkap, tetapi kemudian terinfeksi kembali. Meski saat ini masih jarang terjadi, beberapa kasus reinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi telah dilaporkan di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Reinfeksi COVID-19 Setelah Vaksinasi - Alodokter

Hal ini menandakan bahwa orang yang pernah terinfeksi virus Corona dan telah divaksin COVID-19 tetap berpotensi tertular dan menularkan virus ini ke orang lain, terutama kelompok orang yang berisiko tinggi.

Kasus Reinfeksi COVID-19 Setelah Vaksinasi

Bila seseorang sudah pernah terinfeksi virus Corona dan menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh, yaitu sampai 2 dosis vaksin, tubuhnya bisa dengan cepat membentuk antibodi yang kuat untuk melawan virus tersebut dan mencegah komplikasi serius ketika nanti ia terpapar.

Namun, meski vaksin COVID-19 dapat melindungi tubuh dari komplikasi akibat COVID-19, hingga saat ini para ilmuan masih terus meneliti lebih lanjut sejauh mana vaksin tersebut dapat mencegah infeksi ulang dan penularan virus Corona kepada orang lain.

Data terkait kasus reinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi pun masih terus dikumpulkan dari berbagai negara. Pasalnya, masih belum diketahui dengan jelas perbedaan kasus reinfeksi setelah vaksinasi atau infeksi virus Corona jenis baru.

Di Amerika Serikat terdapat hampir 10.000 kasus reinfeksi COVID-19 dari sekitar 95 juta orang yang telah divaksinasi penuh. Dengan kata lain, hampir sekitar 10 dari 100 orang yang divaksinasi bisa terkena infeksi ulang COVID-19 tanpa gejala atau dengan gejala dan berpotensi menularkan virus penyebab COVID-19 ke orang lain.

Ini tentunya berbahaya bagi orang-orang yang tidak divaksinasi dan berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19, termasuk anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit yang serius.

Langkah Pencegahan Reinfeksi COVID-19 Setelah Vaksinasi

Vaksin COVID-19 memang diharapkan menjadi solusi untuk menghentikan pandemi COVID-19. Namun, upaya ini juga harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin oleh seluruh masyarakat, termasuk yang sudah divaksin, agar reinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi dapat dicegah.

Berikut adalah langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Selalu kenakan masker, terutama di tempat-tempat umum, di ruangan tertutup, atau di tempat yang ventilasinya buruk.
  • Jaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain.
  • Rajin mencuci tangan.
  • Tutupi mulut saat batuk atau bersin menggunakan lipat siku atau tisu.
  • Hindari keramaian atau kerumunan orang.
  • Hindari mengunjungi orang yang tidak divaksinasi atau berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat COVID-19, seperti anak-anak dan lansia.
  • Ikuti panduan protokol kesehatan dari pemerintah setempat, sesuai situasi dan risiko di area tempat tinggal Anda.

Perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi tidak mencegah COVID-19 secara mutlak dan risiko penularan virus Corona masih tetap ada. Jadi, tetap lindungi diri sendiri demi keluarga dan orang-orang di sekitar Anda.

Apabila masih memiliki pertanyaan seputar reinfeksi COVID-19 setelah vaksinasi, Anda bisa berkonsultasi ke dokter. Jangan sampai termakan isu-isu vaksin COVID-19 yang sumbernya tidak jelas, apalagi sampai ikut menyebarkannya, ya!

Inilah Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bahayakan Kesehatanmu

Inilah Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bahayakan Kesehatanmu

Agar tubuh sehat, kamu perlu rajin berolahraga serta mengonsumsi makanan yang bergizi. Akan tetapi, dengan keterbatasan waktu dan rasa malas yang sering kali muncul, kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat dapat terbentuk dengan sendirinya. Jika dibiarkan kebiasaan ini bisa mengancam kesehatanmu. 

Merokok, begadang, dan pola makan yang tidak sehat merupakan contoh kegiatan yang dapat mengundang beragam jenis penyakit. Namun, sadar atau tidak, hal-hal tersebut sering kali menjadi kebiasaan yang kamu lakukan hampir setiap hari.

Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bahayakan Kesehatanmu - Alodokter

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membahayakan

Coba cek, apakah kamu memiliki beberapa kebiasan sehari-hari berikut ini yang bisa membahayakan kesehatanmu:

1. Kebiasaan makan tidak sehat

Meski rasanya menggugah selera, sering mengonsumsi makanan cepat saji serta makanan dan minuman manis bukanlah kebiasaan yang baik. Makanan cepat saji, seperti kentang goreng, pizza, steik, serta hamburger, mengandung banyak kalori, gula, dan garam, namun minim nutrisi.

Sedangkan makanan dan minuman manis, seperti donat, permen, es krim, atau minuman bersoda, mengandung banyak gula yang tentunya tidak baik untuk kesehatanmu.

Beberapa dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan makan tidak sehat adalah berat badan berlebih dan obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membatasi asupan makanan dan minuman tersebut.

2. Begadang

Nah, banyak sekali orang yang sering melakukan kebiasaan ini, entah untuk alasan  bekerja, menonton tayangan kesukaan, atau karena tidak bisa tidur. Padahal, sering begadang tidak baik untuk kesehatan karena bisa menyebabkan penurunan  konsentrasi dan produktivitas kerja di pagi hari, perubahan suasana hati, stres, peningkatan berat badan, bahkan hipertensi.

3. Merokok

Pasti kamu setuju bahwa rokok tidak memiliki manfaat apa-apa bagi tubuh. Malah sebaliknya, bisa merusak kesehatan. Meski sudah diberikan peringatan keras di kemasan rokok, tapi masih banyak lho yang melakukan kebiasaan buruk ini.

Mengapa merokok membahayakan kesehatan? Sebab, satu batang rokok mengandung setidaknya ribuan bahan kimia yang bisa menyebabkanmu terkena penyakit paru-paru, jantung, kanker, dan osteoporosis (pengeroposan tulang). Selain itu, kulitmu juga jadi rentan mengalami penuaan dini.

4. Malas bergerak

Apakah kamu pegawai kantoran yang lebih sering duduk saat bekerja? Jika iya, kamu perlu berhati-hati, lho. Duduk terlalu lama atau malas untuk bergerak juga bisa membahayakan kesehatanmu.

Duduk dalam waktu yang lama membuat proses metabolisme tubuh melambat Kebiasaan ini akan menurunkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dan memecah lemak. Akibatnya, risiko untuk mengalami diabetes, peningkatan berat badan, dan penyakit jantung akan meningkat.

5. Kebiasaan menahan marah

Amarah adalah bentuk emosi yang normal dan bisa muncul kapan saja. Jika kamu merasa kecewa atau kesal, ada baiknya amarah tersebut disalurkan, namun dengan cara yang baik. Jangan memendamnya, sebab kebiasaan sering menahan amarah atau ketidakmampuan mengelola emosi dengan baik bisa berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa masalah kesehatan yang rentan muncul akibat kebiasaan ini antara lain sakit kepala, gangguan mental, masalah pencernaan, kecemasan, bahkan depresi.

6. Terlalu sering membuka media sosial

Apakah kamu sering membuka Instagram, Facebook, atau Twitter? Hati-hati dengan kebiasaan yang satu ini, karena sangkin asiknya, kamu bisa jadi malas bergerak, makan, atau bersosialisasi dengan orang lain di sekitarmu.

Selain itu, terlalu sering memantau dan melihat foto postingan orang lain juga bisa mengganggu kesehatan mentalmu. Misalnya, saat melihat foto orang lain sedang berlibur, kamu menjadi iri dan ingin juga melakukannya. Padahal, waktu dan keuanganmu sedang tidak mendukung, sehingga akhirnya kamu jadi kesal dan stres sendiri.

Nah, sekarang sudah tahu ya apa aja kebiasaan yang terlihat sepele namun bisa membahayakan kesehatanmu. Sebisa mungkin hentikan dan hindari kebiasaan tersebut. Sebaliknya, terapkan kebiasaan hidup yang baik agar kamu bisa mendapatkan tubuh dan jiwa yang sehat.