7 Tips agar Anak Terbiasa dan Mau Makan Serat, Bisa Diberikan Camilan Bun

7 Tips agar Anak Terbiasa dan Mau Makan Serat, Bisa Diberikan Camilan Bun

your mind solution – Bunda, apakah makanan Si Kecil sudah memenuhi asupan serat yang dibutuhkan tubuhnya? Ingat ya, serat dibutuhkan oleh anak untuk memenuhi nutrisi dan metabolisme tubuhnya nih.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, anak berusia 1 sampai 3 tahun membutuhkan asupan serat 19 gram per hari. Sayangnya, asupan ini masih sangat kurang bagi anak Indonesia.

Penelitian di Jakarta tahun 2020 menemukan bahwa anak usia 6-36 bulan hanya mengonsumsi sekitar 5,6 gram serat per hari. Artinya, ada 88,1 persen anak yang kekurangan serat dalam sehari dan 21,6 persen dapat berisiko mengalami konstipasi.

Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa kebanyakan anak mendapatkan serat dari nasi, yakni 93,4 persen. Padahal, nasi hanya mengandung 0,2 gram serat, Bunda.

Menurut ahli nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc, orang tua perlu mengetahui dengan tepat strategi pemenuhan serat ini untuk anaknya. Selain memberikan menu makan yang tepat, Bunda juga perlu tahu bila anak memiliki preferensi terhadap makanan.

“Anak-anak punya preferensi sejak lahir menyukai rasa manis da asin dan ini tidak diperoleh dari makanan tinggi serat. Mereka tidak suka rasa pahit dan asam,” kata wanita yang akrab disapa Tati ini dalam dalam Virtual Press Conference Peluncuran Kampanye ‘Jam Makan Serat’ via Zoom, baru-baru ini.

Bunda juga perlu tahu bahwa anak bisa mengalami neofobia, yakni menolak konsumsi jenis makanan tertentu seperti sayuran dan buah. Bila kondisi ini bisa diatasi, orang tua hanya perlu mengontrol jumlah dan jenis makan anak dengan cara yang positif.

Strategi untuk kecukupan asupan serat anak bisa dilakukan secara bertahap. Bunda bisa mencoba 7 tips atau strategi berikut:

1. Memberikan contoh

Ayah dan Bunda perlu memberikan contoh atau menjadi role model bagi anak. Coba konsumsi makanan mengandung serat yang teratur dan terjadwal setiap hari agar anak terbiasa.

“Makanan-makanan berserat ini walaupun tidak disukai anak, tapi kita sebagai orang tua perlu memberikan contoh. Konsumsinya teratur dan terjadwal setiap hari,” kata Tati.

2. Memberikan sayuran

Bunda perlu membiasakan untuk memberikan sayuran pada menu makan utama anak ya. Jangan menyerah da coba berulang-ulang sampai anak benar-benar mengenal rasa sayuran

3. Memberikan buah

Buah memiliki rasa manis yang disukai anak-anak usia di bawah 5 tahun, Bunda. Kita dapat memberikan buah sebagai selingan antara dua waktu makan utama.

4. Menyediakan bahan makanan kaya serat

Bunda perlu menyiapkan berbagai bahan makanan yang kaya akan serat bila menu makan utama anak tidak mampu memenuhi kebutuhan hariannya. Contoh makanan berserat adalah roti, biskuit, atau sereal.

5. Tambahkan serat pada sup

Saat membuat sup, Bunda bisa menambahkan bahan makanan tinggi serat ya. Selain sayur, jangan lupa tambahkan kacang-kacangan atau polong-polongan di dalam hidangan lauk seperti sup.

6. Sediakan produk makanan kaya serat

Selain dari bahan makanan utama, coba sediakan produk makanan yang kaya serat fungsional. Saat ini, sudah banyak produk mengandung serat yang aman dikonsumsi anak-anak.

“Kita sebagai orang tua cukup bertanggung jawab mengenalkan produk tersebut sambil mengenalkan buah dan sayur,” ujar Tati.

7. Membuat makanan selingan

Tak cuma dari makan utama, serat juga bisa dimasukkan sebagai makanan selingan atau camilan. Selain membeli, Bunda bisa membuatnya sendiri di rumah. Jangan lupa untuk melihat apa yang disukai anak ya.