10 Artis yang Mendapat Pujian Warganet Karena Cara Parenting Mereka. Senang Lihatnya!

10 Artis yang Mendapat Pujian Warganet Karena Cara Parenting Mereka. Senang Lihatnya!

Menjadi artis papan atas dan terjun ke dunia hiburan harus siap dengan konsekuensi buruk. Pasalnya setelah menjadi artis seluruh kehidupan kita kerap jadi sorotan publik. Sebut saja perkataan, pebuatan dan aktivitas yang mungkin bakal sering dihakimi oleh warganet. Apalagi kalau soal mendidik anak.

Banyak warganet yang menjadi bulan-bulanan warganet karena salah memperlakukan anak. Namun nggak sedikit juga selebritas yang gaya parenting-nya menuai pujian dari warganet. Gaya mendidik para artis yang unik dan fleksibel membuat hubungan keduanya terlihat harmonis.  Pengen tahu siapa saja? Yuk langsung simak aja 10 artis yang menuai pujian warganet karena parenting-nya di bawah ini!

1. Nggak seperti artis lain yang sering mengumbar kemewahan, di laman Instagram pribadinya Aurelia Carisa kerap membagikan tips parenting di tiap postingannya. Cara mendidik Aurelia juga menuai pujian karena enerjik dan penuh senyuman

Aurelia dan anak via www.instagram.com

2. Berbeda dengan orang tua lain, gaya parenting Melaney Ricardo menuai pujian karena ia nggak segan untuk berlaku dan berkata blak-blakan pada sang anak. Warganet memuji sifat apa adanya Melaney Ricardo pada sang anak

Melaney dan dua anaknya via www.instagram.com

3. Sebagai ayah, gaya parenting Dwi Sasono cukup unik. Ia sangat menekankan kreativitas dengan cara traveling dan menjauhkan anak-anaknya dari aktivitas bermain gawai

Dwi Sasono dan keluarga via www.instagram.com

4. Manajemen waktu mengasuh anak antara Irfan Bachdim dan Jennifer Bachdim kerap dipuji oleh warganet. Di samping anaknya mendapat perhatian yang dibutuhkan sang ibu dan ayah juga bisa beraktivitas dengan leluasa

Bachdim sekeluarga via www.instagram.com

5. Donna Agnesia dan sang suami menghilangkan batasan orang tua-anak pada buah hati mereka. Donna sering menggunakan bahasa-bahasa yang nggak memerintah dan berperilaku sebagai teman pada anak-anaknya

Donna Agnesia dan keluarga via www.instagram.com

6. Meski Deddy Corbuzier dan Kalina telah bercerai, keduanya memberikan kasih sayang dan perhatiannya pada Azka Corbuzier. Meski pada faktanya Azka adalah anak broken home, gaya parenting mantan suami istri ini amat efektif dan nggak egois

Azka dan Deddy Corbuzier via www.instagram.com

7. Dian Sastro menekankan gaya hidup sehat pada kedua anaknya. Dian dan suami sebisa mungkin menjauhkan anaknya dari gawai. Sebab Dian merasa bahwa kepasifan anaknya dikarenakan gawai yang dulu sering dimainkan

Dian Sastro via www.instagram.com

8. Meski telah bercerai dan kini menikah lagi, komunikasi Dewi Lestari dan mantan suaminya Marcell tetap terjalin baik. Hal ini dilakukan demi tumbuh kembang anak mereka berdua

Dee Lestari via www.instagram.com

9. Artika Sari Devi dan suami menggunakan metode mendongeng pada anak-anaknya. Hal ini diharapkan bisa melatih kemandirian, berpikir kritis dan imajinasi sang buah hati

Artika Sari via www.instagram.com

10. Novita Angie dan sang suami menentukan pola asuh anak yang efektif setelah mereka mengetahui karakter buah hatinya dari tes sidik jari

Novita Angie via www.instagram.com

Nah itu dia 10 artis yang menuai pujian dari warganet karena gaya parenting-nya. Keren dan penuh inspirasi ‘kan?

5 Kesalahan Mendidik Anak yang Sering Dilakukan, Yuk Berubah!

5 Kesalahan Mendidik Anak yang Sering Dilakukan, Yuk Berubah!

Ada banyak pelajaran dalam hidup yang perlu kita kuasai. Salah satunya menjadi orang tua yang baik. Mengasuh dan mendidik anak nggak mirip dengan matematika satu tambah satu sama dengan dua.

Dikarenakan karakter anak beda-beda, bisa jadi cara A tidak memberi hasil yang sama pada semua anak. Yang penting, ayah bunda terus mau belajar dan berbenah diri jika ternyata pola pengasuhan selama ini kurang tepat. Misalnya menghindari 5 kesalahan di bawah ini yang kerap dilakukan para orang tua. Yuk disimak!

1. Menyalahkan benda

Praktik sudah sangat umum, ketika anak misalnya terpeleset, sontak yang disalahkan adalah lantainya. Lantai dibilang nakal.

Meski tampak remeh, tapi ternyata kebiasaan menyalahkan benda-benda mati ini bisa berpengaruh pada psikologis anak. Anak jadi berpikir bahwa dia tidak pernah salah dan malah terbiasa untuk menyalahkan lingkungan sekitar.

Alih-alih melakukan hal tersebut, sebaiknya ayah bunda coba katakan ‘nanti jalannya lebih hati-hati lagi ya nak, supaya tidak terpeleset’. Dengan begitu, anak jadi tahu untuk tidak ceroboh saat jalan dan lebih berhati-hati.

2. Sering menakut-nakuti anak

Ayo pulang, bentar lagi maghrib. Nanti dibawa wewe gombel lho!

Menakut-nakuti anak memang metode efektif agar anak nurut. Tapi ini bukanlah cara yang baik. Anak jadi terdidik menjadi penakut.

Coba saja berikan pengertian kenapa dia harus pulang. Bahwa waktu mainnya habis, besok boleh kembali diteruskan main lagi. Dengan demikian, si kecil jadi tahu bahwa aturannya, jika sudah menjelang malam harus berhenti main di luar.

3. Overprotektif

Segala yang berlebihan memang akibatnya tidak akan bagus. Termasuk dalam melindungi anak. Maksudnya sih baik, mengurangi risiko anak terluka sehingga melarangnya main.

Tapi jika ini dibiasakan, justru berdampak buruk bagi si kecil. Anak jadi kurang bisa bersosialisasi karena jarang dibolehkan main bersama teman-temannya. Terlalu overprotektif juga bisa mengekang anak sehingga jadi kurang mandiri dan penakut untuk mencoba hal-hal yang baru.

Ayah bunda cukup menjaga mereka saat main. Selama dalam pengawasan dan lingkungannya aman, bebaskan saja anak bersama teman-temannya, supaya mereka tumbuh jadi anak pemberani dan supel.

4. Tidak konsisten

Sering kali yang membuat anak menjadi sulit diatur adalah akibat didikan orang tua sendiri. Kata-kata orang tua tak bisa dipegang, alias tidak konsisten.

Sudah sampai galak pakai mengancam segala, kalau si kecil tetap main HP, maka besoknya tidak boleh main sama sekali. Tapi faktanya, ketika anak terus menangis, akhirnya dibiarkan saja bermain HP. Tanpa sadar, pola asuh seperti ini mengajarkan anak untuk manipulatif.

Mereka tahu bahwa omongan orang tuanya tidak bertaji. Tinggal nangis saja, nanti juga luluh. Akhirnya tangisan dijadikan senjata untuk melakukan apa saja semau mereka.

5. Banyak mainan tapi minim kontak

Memang tugas orang tua untuk memenuhi kebutuhan anak. Namun sebaiknya, seimbangkan antara bekerja dengan waktu bersama keluarga.

Jangan sampai kamar si kecil penuh sekali dengan mainan yang mahal-mahal, tapi jarang mendapatkan kasih sayang. Bertemu dengan orang tuanya jadi momen langka. Kalaupun sedang bersama, masing-masing tidak fokus memberi perhatian pada anak karena terpecah dengan tugas kerja.

Itu dia beberapa kesalahan parenting yang sering dilakukan orang tua. Semoga setelah membaca ini, tidak lagi ya!