Sering Nonton Sambil Tiduran Bisa Picu Stroke, Benarkah?

Sering Nonton Sambil Tiduran Bisa Picu Stroke, Benarkah?

your mind solution – Demam menonton drama kini sering dilakukan untuk mengisi waktu luang. Terlebih, kamu bisa menontonnya melalui layar TV maupun handphone. Namun, terkadang era yang serba praktis ini mendatangkan bahaya apabila kita tidak menggunakannya dengan bijak. Seperti yang dialami oleh remaja di China. Remaja yang tidak disebutkan namanya ini didiagnosis mengidap infark serebral akibat sering nonton sambil tidur.

Remaja berusia 19 tahun ini mulai merasa kejanggalan pada tubuhnya, seperti anggota tubuh sebelah kanan melemah dan mulai berbicara dengan jelas. Setelah dilarikan ke rumah sakit, remaja tersebut dinyatakan mengidap infark serebral yang sering dikenal sebagai stroke akibat kolesterol dan kalsium lemak menumpuk dalam pembuluh darah. Fakta lainnya mengungkapkan, selain gemar nonton sambil tidur, remaja ini juga punya kebiasaan merokok dan tidak pernah berolahraga.

Apa Itu Infark Serebral?

Infark mengacu pada kematian jaringan. Sedangkan infark serebral didefinisikan sebagai kematian jaringan dalam otak, yang lebih dikenal sebagai stroke. Infark serebral terjadi ketika timbul lesi otak di mana sekelompok sel otak mati ketika tidak mendapatkan cukup suplai darah.

Banyak faktor yang memicu terjadinya infark serebral, seperti obesitas, merokok, sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat, minum alkohol, dan tidak berolahraga. Pada kasus remaja asal China tersebut adalah ia memiliki berat badan berlebih, tidak aktif atau tidak pernah berolahraga serta memiliki kebiasaan merokok.

Stroke bisa menjadi fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, mengetahui tanda-tanda stroke penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pada umumnya stroke ditandai dengan kelumpuhan di berbagai bagian tubuh, sulit berbicara, kesulitan melihat dan sakit kepala.

Penanganan Infark Serebral yang Terlanjur Terjadi

Penanganan stroke infark harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kerusakan parah pada otak dan komplikasi yang berkaitan dengan stroke. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang untuk pulih. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, dikhawatirkan terjadi kerusakan permanen pada otak.

Penangan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini yaitu:

  • Terapi Oksigen

Dokter akan memberikan oksigen jika kadar oksigen dalam tubuh pengidap berkurang. Jika pengidap hilang kesadaran atau koma dan tidak mampu bernapas normal, dokter akan memberikan napas bantuan dengan intubasi dan memasang alat ventilator.

  • Obat-obatan

Pemberian obat-obatan diperlukan untuk mengatasi penyumbatan aliran darah yang menyebabkan stroke infark. Obat yang diberikan berupa obat antikoagulan atau pengencer darah seperti aspirin dan warfarin, dan obat trombolitik untuk mengatasi penyumbatan di pembuluh darah otak.

Obat antihipertensi mungkin juga diberikan oleh dokter untuk mengontrol tekanan darah pengidap dan obat untuk mempertahankan fungsi otak (neuroprotektor).

  • Operasi

Jika darah menggumpal atau terjadi pembekuan darah berukuran besar dan tidak bisa dihancurkan sepenuhnya dengan penyuntikan obat pengencer darah, maka tindakan akan dilanjutkan dengan operasi.

  • Fisioterapi dan Terapi Okupasi

Setelah semua penanganan dilakukan, pengidap perlu menjalani fisioterapi dan terapi okupasi selama beberapa hari di rumah sakit. Terutama jika stroke infark menyebabkan kelumpuhan atau anggota tubuh melemah.

Stroke Bisa Dicegah Sejak Dini

Tips pencegahan stroke sebenarnya hampir sama dengan strategi untuk mencegah penyakit jantung. Tips berikut ini berfokus pada perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Berikut sejumlah tips yang perlu diketahui, yaitu:

  • Berhenti merokok. Merokok sering menjadi penyebab utama penyakit stroke. Maka dari itu, hentikan kebiasaan merokok untuk menurunkan risikonya. Jika tidak merokok, sebaiknya hindari asap rokok sebisa mungkin.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan bisa sebabkan stroke. Jika kamu memiliki berat badan berlebih, cobalah untuk menurunkannya sedikit demi sedikit dengan mengatur pola makan yang dibarengi dengan olahraga.
  • Konsumsi buah dan sayur. Mengonsumsi banyak buah dan sayuran setiap hari dapat mengurangi risiko stroke.
  • Olahraga teratur. Latihan aerobik atau kardio secara rutin dapat mengurangi risiko stroke. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol HDL dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan jantung secara keseluruhan.
Inilah Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bahayakan Kesehatanmu

Inilah Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bahayakan Kesehatanmu

Agar tubuh sehat, kamu perlu rajin berolahraga serta mengonsumsi makanan yang bergizi. Akan tetapi, dengan keterbatasan waktu dan rasa malas yang sering kali muncul, kebiasaan dan pola hidup yang tidak sehat dapat terbentuk dengan sendirinya. Jika dibiarkan kebiasaan ini bisa mengancam kesehatanmu. 

Merokok, begadang, dan pola makan yang tidak sehat merupakan contoh kegiatan yang dapat mengundang beragam jenis penyakit. Namun, sadar atau tidak, hal-hal tersebut sering kali menjadi kebiasaan yang kamu lakukan hampir setiap hari.

Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bahayakan Kesehatanmu - Alodokter

Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membahayakan

Coba cek, apakah kamu memiliki beberapa kebiasan sehari-hari berikut ini yang bisa membahayakan kesehatanmu:

1. Kebiasaan makan tidak sehat

Meski rasanya menggugah selera, sering mengonsumsi makanan cepat saji serta makanan dan minuman manis bukanlah kebiasaan yang baik. Makanan cepat saji, seperti kentang goreng, pizza, steik, serta hamburger, mengandung banyak kalori, gula, dan garam, namun minim nutrisi.

Sedangkan makanan dan minuman manis, seperti donat, permen, es krim, atau minuman bersoda, mengandung banyak gula yang tentunya tidak baik untuk kesehatanmu.

Beberapa dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan makan tidak sehat adalah berat badan berlebih dan obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, sebaiknya kamu membatasi asupan makanan dan minuman tersebut.

2. Begadang

Nah, banyak sekali orang yang sering melakukan kebiasaan ini, entah untuk alasan  bekerja, menonton tayangan kesukaan, atau karena tidak bisa tidur. Padahal, sering begadang tidak baik untuk kesehatan karena bisa menyebabkan penurunan  konsentrasi dan produktivitas kerja di pagi hari, perubahan suasana hati, stres, peningkatan berat badan, bahkan hipertensi.

3. Merokok

Pasti kamu setuju bahwa rokok tidak memiliki manfaat apa-apa bagi tubuh. Malah sebaliknya, bisa merusak kesehatan. Meski sudah diberikan peringatan keras di kemasan rokok, tapi masih banyak lho yang melakukan kebiasaan buruk ini.

Mengapa merokok membahayakan kesehatan? Sebab, satu batang rokok mengandung setidaknya ribuan bahan kimia yang bisa menyebabkanmu terkena penyakit paru-paru, jantung, kanker, dan osteoporosis (pengeroposan tulang). Selain itu, kulitmu juga jadi rentan mengalami penuaan dini.

4. Malas bergerak

Apakah kamu pegawai kantoran yang lebih sering duduk saat bekerja? Jika iya, kamu perlu berhati-hati, lho. Duduk terlalu lama atau malas untuk bergerak juga bisa membahayakan kesehatanmu.

Duduk dalam waktu yang lama membuat proses metabolisme tubuh melambat Kebiasaan ini akan menurunkan kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula dan memecah lemak. Akibatnya, risiko untuk mengalami diabetes, peningkatan berat badan, dan penyakit jantung akan meningkat.

5. Kebiasaan menahan marah

Amarah adalah bentuk emosi yang normal dan bisa muncul kapan saja. Jika kamu merasa kecewa atau kesal, ada baiknya amarah tersebut disalurkan, namun dengan cara yang baik. Jangan memendamnya, sebab kebiasaan sering menahan amarah atau ketidakmampuan mengelola emosi dengan baik bisa berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa masalah kesehatan yang rentan muncul akibat kebiasaan ini antara lain sakit kepala, gangguan mental, masalah pencernaan, kecemasan, bahkan depresi.

6. Terlalu sering membuka media sosial

Apakah kamu sering membuka Instagram, Facebook, atau Twitter? Hati-hati dengan kebiasaan yang satu ini, karena sangkin asiknya, kamu bisa jadi malas bergerak, makan, atau bersosialisasi dengan orang lain di sekitarmu.

Selain itu, terlalu sering memantau dan melihat foto postingan orang lain juga bisa mengganggu kesehatan mentalmu. Misalnya, saat melihat foto orang lain sedang berlibur, kamu menjadi iri dan ingin juga melakukannya. Padahal, waktu dan keuanganmu sedang tidak mendukung, sehingga akhirnya kamu jadi kesal dan stres sendiri.

Nah, sekarang sudah tahu ya apa aja kebiasaan yang terlihat sepele namun bisa membahayakan kesehatanmu. Sebisa mungkin hentikan dan hindari kebiasaan tersebut. Sebaliknya, terapkan kebiasaan hidup yang baik agar kamu bisa mendapatkan tubuh dan jiwa yang sehat.