6 Ciri-ciri Depresi yang Tampak pada Aktivitas Sehari-hari

6 Ciri-ciri Depresi yang Tampak pada Aktivitas Sehari-hari

Your mind solution – Depresi adalah masalah kesehatan mental serius yang membuat perasaan seseorang jadi negatif. Menurut American Psychiatric Association (APA), depresi dapat menyebabkan pengidapnya merasa sedih dan kehilangan minat pada banyak hal.

 

Depresi juga dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik, sehingga aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Gangguan kesehatan mental ini dapat menimpa siapa saja.

Bahkan, pada orang yang hidup dalam kondisi serba ideal. Beberapa penyebab depresi di antaranya: Biokimia atau masalah kimia di otak Genetika atau faktor keturunan dalam keluarga Faktor lingkungan karena seseorang terus menerus terpapar kekerasan, pelecehan, kemiskinan, atau stres tinggi. Gejala depresi bisa bervariasi, mulai dari tingkat ringan sampai berat tergantung derajat kondisi pengidap.

berikut kebiasaan sehari-hari yang bisa jadi ciri-ciri depresi:

1. Enggan keluar rumah Beberapa pengidap depresi bisa malas keluar rumah selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Ada banyak alasan kenapa penderita depresi enggan keluar rumah.

Bisa jadi alasannya karena membenci diri sendiri. Sehingga, timbul pemikiran setiap orang yang ditemui di luar juga bakal tidak suka pada pengidap depresi. Ada juga yang disebabkan rasa lelah akut. Sehingga, fisiknya seolah tak mampu keluar rumah.

2. Merasa bersalah setiap saat .Rasa bersalah adalah perasaan yang normal, terutama saat seseorang melakukan suatu kesalahan. Namun, saat depresi, pengidapnya bisa merasa bersalah pada segala sesuatu. Rasa bersalah tersebut bahkan bisa muncul atas kesalahan yang di luar kuasa seseorang. Misalkan bencana alam. Penderita depresi bisa merasa bersalah karena tidak dapat berbuat banyak pada korban bencana alam. Rasa penyesalan itu akhirnya membuat pengidap depresi merasa diri mereka tidak berharga.

3. Malas menjaga kebersihan diri Setiap orang sehat biasanya merawat diri sendiri dengan menjaga kebersihan. Beberapa di antaranya lewat mandi, gosok gigi, mencuci rambut, ganti pakaian, bercukur, dan perawatan tubuh lainnya. Namun, saat depresi datang, penderitanya bisa enggan atau malas mandi dan bersih-bersih diri sampai berminggu-minggu. Membersihkan diri bisa menjadi kegiatan menguras tenaga bagi penderita depresi, karena mereka merasa tak punya energi. Ada juga penderita depresi yang merasa dirinya tak berharga, sehingga tidak layak untuk bersih.

4. Susah beranjak dari tempat tidur . Orang sehat biasanya membutuhkan tidur selama delapan jam setiap hari. Namun, bagi penderita depresi, delapan jam tidak cukup. Mereka butuh tidur sepanjang hari. Seringkali saat pengidap depresi bangun tidur, mereka merasa istirahatnya belum cukup. Mereka merasa tidak punya energi dan terus mengantuk.

5. Meyakini banyak orang membenci dirinya Dalam hidup, terkadang ada orang yang suka dan benci pada diri kita. Pola pikir tersebut tidak berlaku bagi penderita depresi. Mereka merasa membenci diri sendiri dan orang lain tidak ada yang menyukai mereka.

Persepsi kebencian pada diri sendiri dan dari orang sekitar ini membuat orang depresi tertekan.

6. Emoh membersihkan tempat tinggal , Sama seperti mandi dan bersih-bersih diri, pengidap depresi biasanya juga emoh membersihkan tempat tinggal.

Beberapa penderita depresi merasa tak layak hidup di lingkungan yang bersih. Sikap apatis pada lingkungan sekitar dan tempat tinggal itu juga dapat menyamarkan aroma tak sedap. Ada juga pengidap depresi yang emoh bersih-bersih saat ini karena akan mengerjakannya nanti setelah depresi berlalu. Depresi menghabiskan banyak energi emosional dan fisik, sehingga bersih-bersih tidak termasuk daftar prioritas untuk mendesak segera dikerjakan.

Ciri-ciri depresi di atas adalah gambaran umum masalah perilaku pengidap depresi. Namun, bisa jadi orang dengan kondisi berbeda atau normal juga mengalaminya. Untuk memastikan diagnosis depresi, baiknya orang yang punya gejala depresi

Apakah Obat Herbal Tumor Otak Dapat Menangani Glioblastoma?

Apakah Obat Herbal Tumor Otak Dapat Menangani Glioblastoma?


Fitoterapi adalah pengobatan alternatif menggunakan tanaman herbal yang sudah terbukti secara ilmiah. Namun, adakah obat herbal tumor otak sebenarnya?


Herbal telah digunakan sejak zaman dahulu sebagai obat alternatif untuk berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat. Bentuk obat-obatan herbal pun beragam, ada yang berbentuk kapsul, bubuk, teh, ekstrak, hingga tanaman kering atau segar. Pengobatan ini cukup populer di Indonesia. Sebagian orang memilih herbal karena biayanya yang lebih terjangkau, termasuk di kalangan selebritis.

Komedian-cum-penyanyi dangdut Agung Hercules yang diberitakan menderita kanker otak glioblastoma atau tumor otak ganas beberapa waktu lalu, dikabarkan tidak hanya menggunakan pengobatan medis, namun juga pengobatan alternatif berupa herbal. Kepopuleran herbal ini menimbulkan pertanyaan, benarkah pengobatan ini efektif dalam menangani penyakit seperti glioblastoma?Prosedur operasi, kemoterapi, dan radioterapi merupakan jenis pengobatan atau terapi yang biasa dijalani oleh penderita glioblastoma. Prosedur pengobatan ini bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderitanya. Hingga saat ini, belum ada pengobatan medis untuk glioblastoma yang benar-benar berhasil menyembuhkan penyakit tersebut. Kelangsungan hidup rata-rata untuk penderita glioblastoma primer, yaitu sekitar 5 bulan. Sementara untuk penderita glioblastoma sekunder, yaitu sekitar 8 bulan.Selain pengobatan medis, saat ini penggunaan obat herbal untuk mengobati tumor seperti glioblastoma juga banyak digunakan. 80% tanaman yang merupakan obat herbal adalah tanaman berjenis liar. Semua tanaman dikeringkan secara alami tanpa sumber energi tambahan sehingga baik untuk dikonsumsi. Teknik pengobatan menggunakan herbal yang telah terbukti secara ilmiah disebut dengan fitoterapi (phytotherapy).

Apa Itu fitoterapi?

Fitoterapi adalah pengobatan alternatif yang melibatkan tanaman-tanaman herbal yang telah terbukti secara ilmiah untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk glioblastoma. Adapun tanaman herbal yang digunakan untuk mengobati glioblastoma, berasal dari keluarga:

  • Asteraceae
  • Santalaceae
  • Gentianaceae
  • Lamiaceae
  • Cannabaceae
  • Brassicaceae
  • Urticaceae
  • Betulaceaea

Tanaman dari genus Artemisia L yang berasal dari keluarga Asteraceae disebut memiliki potensi untuk mengobati tumor. Tumbuhan ini memiliki antitumor melalui metabolit dihidroartemisinin (DHA) aktif yang mampu menghambat sel tumor.

Selain itu, artemisinin dan turunannya juga dapat meningkatkan sensitivitas sel glioblastoma terhadap radioterapi.Dalam fitoterapi, biasanya para penderita dirawat dengan dua kombinasi, yaitu obat herbal dan perawatan standar medis. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada World Journal of Surgical Oncology menemukan hasil yang cukup positif setelah melakukan 48 bulan fitoterapi dan perawatan standar medis pada pasien glioblastoma.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ketiga penderita glioblastoma yang diteliti tidak menunjukkan gejala klinis dan radiologis dari glioblastioma. Bahkan dalam salah satu pasien, tumornya menjadi berkurang dan kondisinya stabil.
Satu pasien lainnya dapat hidup selama 48 bulan meski memiliki tumor primer dan kekambuhan besar, yang terjadi setelah pengobatan selesai.Akan tetapi, meski hasil penelitian di atas yang cukup positif, masih dibutuhkan penelitian lain untuk membuktikan efektivitas fitoterapi secara lebih lanjut.
Sebelum mempertimbangkan untuk menjalani fitoterapi sebagai pengobatan alternatif, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.Bisa saja dengan mempertimbangkan kondisi penderita kanker, dokter tidak mengizinkan untuk melakukan pengobatan alternatif. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika hal tersebut dilakukan dan jangan lupa pula untuk berdiskusi dengan keluarga.
Ini Akibat Anak Sering Makan Es Krim yang Harus Diwaspadai

Ini Akibat Anak Sering Makan Es Krim yang Harus Diwaspadai

Tidak ada salahnya jika anak ingin mengonsumsi es krim sesekali saja. Namun, Anda jangan sampai lengah dan membiarkan anak terlalu sering memakannya. Sebab, ada beberapa efek samping yang bisa mengancam kesehatan tubuh anak. Maka dari itu, kenali lebih jauh berbagai akibat anak sering makan es krim yang berbahaya ini.

Akibat anak sering makan es krim yang harus diwaspadai

Mulai dari meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, hingga membuat tubuh terasa lesu. Berikut ini adalah bahaya makan es krim berlebihan yang harus diwaspadai.

1. Meningkatkan risiko obesitas

Dilansir dari Eat This, seorang ahli bernama Edwina Clark, RD, APD menyatakan bahwa mengonsumsi es krim berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas. Sebab, es krim mengandung kalori yang tinggi sehingga bisa menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.Namun, jika si kecil hanya memakan es krim sesekali saja, Anda tidak perlu mengkhawatirkan risiko obesitas ini.

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Sama seperti produk olahan susu lainnya, es krim mengandung lemak yang cukup tinggi. Sebenarnya, tubuh membutuhkan lemak untuk memproduksi hormon, sumber energi, dan menjaga organ tubuh.Akan tetapi, konsumsi lemak berlebihan malah meningkatkan risiko Anda terhadap berbagai penyakit berbahaya, misalnya penyakit jantung.Tentunya bahaya makan es krim bagi anak ini harus diwaspadai. Sebab, penyakit jantung adalah penyakit serius yang bisa mengancam nyawa. Maka dari itu, cobalah untuk memerhatikan porsi es krim yang anak Anda makan.

3. Mengonsumsi gula berlebihan

Es krim mengandung gula yang bisa berdampak buruk bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, gula dapat memicu kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit jantung.Konsumsi gula berlebihan juga bisa berdampak pada kadar glukosa dalam darah sehingga risiko Anda mengalami diabetes menjadi semakin tinggi.

4. Meningkatkan lemak di perut

Bahaya es krim selanjutnya adalah meningkatkan lemak di perut. Es krim mengandung karbohidrat olahan yang bisa membuat penumpukan lemak di perut. Satu pint es krim (473 mililiter) mengandung 120 gram karbohidrat.Sebenarnya, karbohidrat adalah sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Namun, tubuh tidak menggunakannya secara langsung. Karbohidrat yang tidak terpakai inilah akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.

5. Mengganggu sistem pencernaan anak

Konsumsi es krim berlebihan juga dapat mengganggu sistem pencernaan anak. Es krim mengandung lemak tinggi yang membutuhkan waktu lama untuk diproses oleh tubuh.Hal ini dapat menyebabkan perut kembung dan gangguan sistem pencernaan yang akhirnya malah mengganggu waktu istirahat anak.

6. Membuat gigi menjadi sensitif

Gigi menjadi sensitif adalah salah satu akibat anak sering makan es krim. Kondisi ini dikenal dengan sebutan hipersensitivitas dentin. Gigi sensitif terjadi saat enamel gigi berkurang dan ujung saraf gigi terekspos.

7. Fungsi otak terganggu

Tahukah Anda kalau mengonsumsi es krim secara berlebihan dapat mengganggu fungsi otak?Menurut Eva Selhub, MD, dari Harvard Medical School Health, kandungan gula olahan pada es krim berpotensi mengganggu fungsi otak dan bisa memperparah gejala dari gangguan suasana hati, misalnya depresi.

Sering Nonton Sambil Tiduran Bisa Picu Stroke, Benarkah?

Sering Nonton Sambil Tiduran Bisa Picu Stroke, Benarkah?

your mind solution – Demam menonton drama kini sering dilakukan untuk mengisi waktu luang. Terlebih, kamu bisa menontonnya melalui layar TV maupun handphone. Namun, terkadang era yang serba praktis ini mendatangkan bahaya apabila kita tidak menggunakannya dengan bijak. Seperti yang dialami oleh remaja di China. Remaja yang tidak disebutkan namanya ini didiagnosis mengidap infark serebral akibat sering nonton sambil tidur.

Remaja berusia 19 tahun ini mulai merasa kejanggalan pada tubuhnya, seperti anggota tubuh sebelah kanan melemah dan mulai berbicara dengan jelas. Setelah dilarikan ke rumah sakit, remaja tersebut dinyatakan mengidap infark serebral yang sering dikenal sebagai stroke akibat kolesterol dan kalsium lemak menumpuk dalam pembuluh darah. Fakta lainnya mengungkapkan, selain gemar nonton sambil tidur, remaja ini juga punya kebiasaan merokok dan tidak pernah berolahraga.

Apa Itu Infark Serebral?

Infark mengacu pada kematian jaringan. Sedangkan infark serebral didefinisikan sebagai kematian jaringan dalam otak, yang lebih dikenal sebagai stroke. Infark serebral terjadi ketika timbul lesi otak di mana sekelompok sel otak mati ketika tidak mendapatkan cukup suplai darah.

Banyak faktor yang memicu terjadinya infark serebral, seperti obesitas, merokok, sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat, minum alkohol, dan tidak berolahraga. Pada kasus remaja asal China tersebut adalah ia memiliki berat badan berlebih, tidak aktif atau tidak pernah berolahraga serta memiliki kebiasaan merokok.

Stroke bisa menjadi fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, mengetahui tanda-tanda stroke penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pada umumnya stroke ditandai dengan kelumpuhan di berbagai bagian tubuh, sulit berbicara, kesulitan melihat dan sakit kepala.

Penanganan Infark Serebral yang Terlanjur Terjadi

Penanganan stroke infark harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kerusakan parah pada otak dan komplikasi yang berkaitan dengan stroke. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang untuk pulih. Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, dikhawatirkan terjadi kerusakan permanen pada otak.

Penangan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini yaitu:

  • Terapi Oksigen

Dokter akan memberikan oksigen jika kadar oksigen dalam tubuh pengidap berkurang. Jika pengidap hilang kesadaran atau koma dan tidak mampu bernapas normal, dokter akan memberikan napas bantuan dengan intubasi dan memasang alat ventilator.

  • Obat-obatan

Pemberian obat-obatan diperlukan untuk mengatasi penyumbatan aliran darah yang menyebabkan stroke infark. Obat yang diberikan berupa obat antikoagulan atau pengencer darah seperti aspirin dan warfarin, dan obat trombolitik untuk mengatasi penyumbatan di pembuluh darah otak.

Obat antihipertensi mungkin juga diberikan oleh dokter untuk mengontrol tekanan darah pengidap dan obat untuk mempertahankan fungsi otak (neuroprotektor).

  • Operasi

Jika darah menggumpal atau terjadi pembekuan darah berukuran besar dan tidak bisa dihancurkan sepenuhnya dengan penyuntikan obat pengencer darah, maka tindakan akan dilanjutkan dengan operasi.

  • Fisioterapi dan Terapi Okupasi

Setelah semua penanganan dilakukan, pengidap perlu menjalani fisioterapi dan terapi okupasi selama beberapa hari di rumah sakit. Terutama jika stroke infark menyebabkan kelumpuhan atau anggota tubuh melemah.

Stroke Bisa Dicegah Sejak Dini

Tips pencegahan stroke sebenarnya hampir sama dengan strategi untuk mencegah penyakit jantung. Tips berikut ini berfokus pada perubahan gaya hidup yang lebih sehat. Berikut sejumlah tips yang perlu diketahui, yaitu:

  • Berhenti merokok. Merokok sering menjadi penyebab utama penyakit stroke. Maka dari itu, hentikan kebiasaan merokok untuk menurunkan risikonya. Jika tidak merokok, sebaiknya hindari asap rokok sebisa mungkin.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan bisa sebabkan stroke. Jika kamu memiliki berat badan berlebih, cobalah untuk menurunkannya sedikit demi sedikit dengan mengatur pola makan yang dibarengi dengan olahraga.
  • Konsumsi buah dan sayur. Mengonsumsi banyak buah dan sayuran setiap hari dapat mengurangi risiko stroke.
  • Olahraga teratur. Latihan aerobik atau kardio secara rutin dapat mengurangi risiko stroke. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol HDL dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah dan jantung secara keseluruhan.
Jangan Langsung Percaya, Begini Cara Menghadapi Hoaks Vaksinasi COVID-19

Jangan Langsung Percaya, Begini Cara Menghadapi Hoaks Vaksinasi COVID-19

Your mind solution – Di tengah pemberian vaksin COVID-19 di Indonesia yang masih berlangsung sampai saat ini, Kementerian Kominfo pada Jumat (4/6) menemukan ada sebanyak 206 hoaks vaksinasi COVID-19 yang tersebar di berbagai platform media sosial. Hoaks tersebut paling banyak disebar di Facebook (sebanyak 1.445 kasus), diikuti oleh Twitter (82), dan Youtube (41).

Banyaknya hoaks vaksin COVID-19 yang tersebar ini tentu bisa membuat masyarakat menjadi bingung, bahkan bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat kepada vaksin COVID-19. Padahal, vaksinasi merupakan salah satu upaya yang sedang dilakukan pemerintah untuk memberi perlindungan pada masyarakat terhadap virus corona, sehingga pandemi ini bisa segera diatasi.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk jangan langsung percaya terhadap berbagai informasi yang tersebar di media sosial, tapi biasakan untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut. Yuk, ketahui cara menghadapi hoaks vaksin COVID-19 di sini.

 

Cara Menghadapi Hoaks Vaksin COVID-19

Berikut adalah tiga langkah kunci yang diusulkan oleh SciBeh, sekelompok ilmuwan perilaku yang mempelajari pengambilan keputusan, yang ditulis dalam Buku Pegangan Vaksin COVID-19 mereka:

  1. Menilai Sumber Informasi

Tidak semua informasi sama, berguna, dan kredibel. Mengandalkan media sosial, seperti Twitter dan Facebook, untuk mendapatkan informasi tentang COVID dikaitkan dengan berkurangnya perilaku melindungi kesehatan dan meningkatkan kepercayaan pada teori konspirasi.

Sebaliknya, mendapatkan fakta dari media penyiaran dan badan medis yang andal lebih dikaitkan dengan peningkatan perilaku melindungi kesehatan.

Jadi, sebaiknya jangan andalkan media sosial untuk mencari informasi mengenai vaksin COVID-19, tapi carilah informasi dari sumber-sumber terpercaya.

  1. Waspada Terhadap Informasi yang Salah

Teknik yang dikenal sebagai “pre-bunking” membuat orang tidak terpengaruh terhadap argumentasi yang manipulatif. Pre-bunking melibatkan memperingatkan orang-orang bahwa mereka mungkin disesatkan, misalnya dengan mencatat bahwa beberapa pengguna atau kelompok media sosial memiliki agenda tersembunyi, sehingga mereka bisa memberikan studi atau informasi untuk mendukung tujuan mereka.

  1. Membenarkan Informasi yang Salah

Membongkar hoaks yang sudah menarik perhatian masyarakat memang lebih menantang untuk dilakukan daripada teknik pre-bunking, tapi menyajikan alternatif faktual untuk misinformasi bisa efektif mengatasi hoaks.

Misalnya, ‘Rubrik Mitos atau Fakta’ biasanya melibatkan pengulangan fakta yang terbukti, seperti “vaksinasi membantu kamu terhindar dari penyakit COVID-19”, “vaksinasi COVID-19 adalah cara yang aman untuk membantu membangun perlindungan bila kamu sakit”, dan “vaksinasi COVID-19 adalah alat penting untuk membantu menghentikan pandemi”.

Fakta Mengenai Vaksinasi COVID-19

Jadi, penting untuk membekali diri dengan informasi yang benar mengenai vaksinasi COVID-19 agar tidak mudah tertipu oleh banyak hoaks yang beredar di sosial media.

Faktanya, vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari virus corona yang sedang mewabah saat ini. Vaksin corona bekerja dengan cara membentuk imunitas tubuh untuk mengenali dan melawan virus yang menjadi penyebab COVID-19.

Dengan demikian, ketika suatu hari seseorang yang sudah divaksin terpapar virus COVID-19, maka tubuhnya sudah siap melawannya sehingga tidak menjadi sakit. Kalaupun sakit, maka dampaknya tidak akan parah. Jadi, vaksin COVID-19 tidak membuat seseorang terjangkit COVID-19, melainkan melindunginya dari penyakit tersebut.

Namun, sama seperti obat pada umumnya, vaksin COVID-19 juga memiliki efek samping. Efek samping ini sebenarnya sudah diketahui sejak vaksin dalam fase uji klinis. Efek samping akibat vaksinasi COVID-19 biasanya bersifat ringan. Jumlah yang menerima efek samping juga sangat kecil sekali. Bila menimbulkan efek samping fatal, vaksin tersebut akan dihentikan penggunaannya atau izinnya, sehingga tidak akan digunakan.

Efek samping vaksin Sinovac dan Astrazeneca, misalnya, yang paling umum adalah nyeri di area tubuh yang disuntik, bengkak, rasa tidak enak badan, demam ringan dan sakit kepala. Ada juga orang yang tidak mengalami efek samping apapun setelah divaksin.

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

your mind solution – Darinya banyaknya penyakit yang bisa menyerang hidung, rhinitis dan sinusitis sering membuat pengidapnya kewalahan. Keduanya kerap membuat hidung tersumbat hingga menurunkan sensitivitas indra penciuman. Namun, apakah kamu tahu perbedaan dari kedua kondisi tersebut?

Rhinitis adalah peradangan atau iritasi yang terjadi di membran mukosa. Penyakit ini dibagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan nonalergi. Rhinitis alergi disebabkan oleh alergi.

Misalnya, debu, kelupasan kulit hewan, dan serbuk sari. Sedangkan non alergi disebabkan oleh alergi, tapi kondisi, seperti infeksi virus dan bakteri.

Sementara itu, sinusitis disebabkan oleh infeksi virus maupun alergi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan dinding dalam hidung. Tepatnya dinding tulang pipi dan dahi yang fungsinya mengatur suhu dan kelembapan udara sebelum masuk ke paru. Rongga ini juga biasa dikenal dengan rongga sinus. Lantas, apa perbedaan rhinitis dan sinusitis?

 

Ada Hubungan Sebab-Akibat

Rhinitis dan sinusitis adalah dua penyakit yang berbeda, tapi saling berhubungan. Rhinitis yang menyerang radang mukosa hidung selama ini lebih dikenal dengan istilah pilek. Sedangkan sinusitis peradangan pada sedikitnya satu rongga sinus karena lendir atau ingus.

Lalu, bagaimana perbedaan rhinitis dan sinusitis? Biasanya sebelum terjadi sinusitis, seseorang umumnya akan mengalami rhinitis terlebih dahulu. Sebab, daerah mukosa hidung dan rongga sinus saling berhubungan. Nah, bila rhinitis tak ditangani dengan baik, pada akhirnya bisa menjadi sinusitis. Kok bisa?

Tersumbatnya saluran pernapasan pada pengidap rhinitis sering menyebabkan terjadinya infeksi. Nah, sinusitis sering kali disebabkan oleh adanya infeksi di jalur pernapasan.

Singkat kata, perbedaan rhinitis dan sinusitis ini bisa dilihat dari lokasi peradangan yang terjadi dalam rongga hidung.

Gejala yang Hampir Mirip

Meski gejala-gejala kedua penyakit ini hampir mirip, tapi perbedaan rhinitis dan sinusitis juga bisa kok ditelisik dari gejalanya. Gejala sinusitis akut pada orang dewasa biasanya terjadi setelah pilek yang tidak kunjung membaik, atau memburuk setelah 7 hingga 10 hari.

Menurut National Institutes of Health, beberapa gejala sinusitis akut berupa:

  • Bau mulut atau kehilangan indra penciuman.
  • Hidung tersumbat dan keluar cairan.
  • Kelelahan dan perasaan sakit secara umum.
  • Demam.
  • Batuk, seringkali memburuk pada malam hari.
  • Sakit tenggorokan dan tetesan postnasal.
  • Nyeri seperti tekanan, nyeri di belakang mata, sakit gigi, atau nyeri pada wajah.
  • Sakit kepala.

Sementara itu, gejala sinusitis kronis sama dengan gejala sinusitis akut. Namun, gejalanya cenderung lebih ringan dan berlangsung lebih dari 12 minggu. Sedangkan gejala sinusitis pada anak-anak, meliputi:

  • Batuk pilek atau atau gangguan pernapasan yang awalnya mulai membaik dan kemudian akan memburuk.
  • Demam tinggi, disertai dengan cairan hidung yang menggelap, yang berlangsung setidaknya selama 3 hari.
  • Keluarnya cairan dari hidung, dengan atau tanpa batuk, yang telah ada selama lebih dari 10 hari dan tidak membaik.

Bagaimana dengan gejala rhinitis? Baik rhinitis alergi atau tidak, biasanya menimbulkan gejala yang sama. Gejala yang dialami pengidapnya kira-kira menyerupai pilek, seperti:

  • Bersin-bersin.
  • Gatal pada hidung.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Mata gatal atau berair.
  • Batuk.

Gejala-gejala rhinitis biasanya muncul tak lama setelah pengidapnya terpapar alergen.  Contohnya, serbuk sari bunga, bulu hewan, atau debu. Kebanyakan orang dengan rhinitis alergi memiliki gejala ringan yang mudah dan efektif diobati.

Namun, ada pula sebagian orang yang mengalami gejala yang cukup parah dan berlangsung secara terus-menerus, hingga menyebabkan masalah tidur dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Referensi:
National Institutes of Health – MedlinePlus. Diakses pada 2021. Sinusitis.
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. Sinusitis. 
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Allergic Rhinitis. 
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Non-Allergic Rhinitis.
Ini Ciri-Ciri Kecanduan Game Online dan Cara Mengatasinya

Ini Ciri-Ciri Kecanduan Game Online dan Cara Mengatasinya

Kecanduan game online bisa dialami siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Padahal, bermain game bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk mengatasi stres. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi penderitanya.

Tak sedikit orang yang menjadikan game online sebagai hobi untuk mengisi waktu luang. Apabila masih dilakukan dalam batasan yang wajar dan tidak mengganggu aktivitas maupun kondisi kesehatan, kebiasaan ini sebenarnya tidak bermasalah.

Ini Ciri-Ciri Kecanduan Game Online dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Namun, bila bermain game online sudah menimbulkan kecanduan atau adiksi, hal inilah yang perlu Anda waspadai.

Kecanduan game online bisa diartikan sebagai gangguan mental yang ditandai dengan dorongan untuk bermain game hingga berjam-jam bahkan hingga melupakan atau tidak memedulikan aktivitas lainnya, misalnya pekerjaan atau tugas sekolah.

Jenis kecanduan ini bahkan bisa menyebabkan penderitanya mengalami berbagai masalah psikologis lain, seperti gangguan kecemasan dan depresi

Berbagai Gejala Kecanduan Game Online

Seseorang bisa dikatakan mengalami kecanduan game online apabila sudah mengalami beberapa gejala berikut ini dan telah berlangsung selama 1 tahun atau lebih:

  • Memiliki keinginan bermain game setiap waktu
  • Merasa murung, stres, atau marah ketika tidak bisa bermain game
  • Memerlukan lebih banyak waktu untuk bermain agar merasa lebih baik
  • Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain game tanpa menjalani aktivitas lain, seperti makan, mandi, belajar, atau bekerja
  • Mengalami masalah di rumah, sekolah, atau kantor terkait kebiasaan bermain game
  • Memiliki kebiasaan berbohong kepada orang lain karena dorongan untuk selalu bermain game
  • Menghamburkan uang untuk membeli game

Selain berbagai gejala psikologis di atas, orang yang kecanduan game online juga bisa mengalami gejala fisik, seperti mudah lelah, sakit kepala atau migrain, nyeri punggung, dan mata berkunang-kunang.

Pada kasus yang sudah parah, pecandu game online bahkan bisa mengalami gangguan pada saraf tangan karena terlalu sering bermain game dalam waktu lama.

Sebagian pecandu game online tidak merasa bermasalah dengan gangguan perilaku yang dialaminya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan kejiwaan dari psikolog atau psikiater untuk memastikan apakah seseorang memang mengalami kecanduan game online atau tidak.

Cara Mengatasi Kecanduan Game Online

Apabila sudah kecanduan game online, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi masalah tersebut:

1. Membatasi waktu bermain game

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sekaligus mengatasi masalah kecanduan game online adalah dengan membatasi waktu bermain.

Jika Anda sering menghabiskan waktu terlalu lama untuk bermain game, cobalah untuk membuat jadwal bermain game dan beri batas waktu bermain, misalnya hanya 1 jam per hari.

Adanya jadwal yang teratur dapat membantu Anda membagi waktu antara bermain game dan menyelesaikan kewajiban lain. Jika perlu, Anda juga bisa membuat catatan pengingat atau alarm di ponsel agar tidak terlalu lama bermain game.

2. Mencari hobi baru

Untuk mengurangi obsesi terhadap game yang sering dimainkan, Anda juga bisa mencoba beberapa hobi baru selain bermain game, misalnya bermain alat musik, melukis, berolahraga, atau membaca buku. Aktivitas tersebut bisa digunakan untuk mengalihkan perhatian Anda dari layar ponsel atau komputer.

Tak hanya baik untuk mengurangi kecanduan game online, aktivitas fisik atau olahraga rutin juga dapat menjaga tubuh tetap sehat dan fit, serta mencegah dan meringankan masalah kesehatan karena terlalu sering bermain game, misalnya nyeri punggung.

3. Meletakkan perangkat game di luar kamar tidur

Kamar tidur sering kali menjadi tempat yang nyaman untuk bermain game online. Jika sudah kecanduan, Anda mungkin bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga larut malam untuk bermain game di kamar.

Hal ini tentu bisa mengganggu waktu tidur dan lama-kelamaan akan berdampak pada kondisi kesehatan Anda.

Untuk mengatasi kecanduan game online, sebaiknya letakkan perangkat yang digunakan untuk bermain, seperti ponsel, komputer, atau konsol game, di luar kamar tidur. Dengan demikian, Anda dapat mengurangi waktu bermain karena tidak ada perangkat bermain di dekat Anda.

4. Menjalani psikoterapi

Jika cara-cara di atas tidak berhasil mengatasi masalah kecanduan game online, Anda perlu berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. Untuk mengatasi masalah tersebut, dokter atau psikolog mungkin akan memberikan psikoterapi.

Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kecanduan game online adalah terapi kognitif perilaku atau cognitive behavioral therapy (CBT).

Kecanduan game online merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang belakangan banyak terjadi. Apabila Anda mengalami kecanduan game online hingga mengganggu waktu istirahat, sekolah, atau pekerjaan sehari-hari, sebaiknya segera konsultasikan ke psikolog atau psikiater.

Penyebab gangguan fobia hingga menyebabkan pingsan

Penyebab gangguan fobia hingga menyebabkan pingsan

Your Mind Solution – Phobia adalah ketakutan yang luar biasa terhadap satu objek, tempat, situasi atau perasaan ataupun hewan atau binatang. Pada kasus Anda dimana terjadi phobia terhadap ulat, maka Anda akan merespon suatu kondisi dimana menunjukkan suatu ketakutan yang luar biasa. Orang dengan phobia sangat bersifat individual maksudnya responnya sangat berbeda-beda, ada yang dengan teriak, dan jika objek dijauhkan maka dapat kembali bersikap normal. Bahkan dalam beberapa kasus, seseorang yangmemiliki phobia hanya dengan memikirkan bahkan dapat merasa cemas bahkan panik. Hal ini dikenal sebagai kecemasan antisipatif.

Seseorang yang cukup parah mengalami phobia dapat menyebabkan penurunan kesadaran karena terdapat gangguan pengaturan detak jantung dan tekanan darah. Sehingga penurunan keturunan darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan seseorang sinkop atau pingsan. Banyak cara untuk mengobati atau menghilangkan phobia. Adapun beberapa langkah yang dapat dipikirkan adalah sebagai berikut:

  1. Desensitisasi. Yaitu dengan melatih diri untuk melihat objek yang ditakuti. Ini dapat dilakukan dengan bantuan dokter atau orang yang ahli dalam bidangnya.
  2. Konseling dan psikoterapi.
  3. Terapi perilaku kognitif. Yaitu membantu Anda untuk mencoba merubah cara berpikir mengenai objek yang Anda takuti tersebut.
  4. Penggunaan obat-obatan tertentu untuk mengurangi kecemasan berlebihan dan mengatur detak jantung.

Semua langkah di atas sebagai alternatif, namun sangat disarankan untuk melakukan konsultasi langsung terlebih dahulu dengan dokter khususnya dokter psikiatri. Dengan demikian dapat dilakukan penangan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi

Ada beberapa jenis makanan untuk penderita diabetes yang baik dan buruk untuk dikonsumsi. Hal ini penting untuk diketahui guna menjaga kadar gula dalam darah tetap normal dan stabil. Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan untuk lebih cermat dalam mengonsumsi makanan.

Menjaga pola makan merupakan hal yang penting dilakukan oleh setiap penderita diabetes. Hal ini karena peningkatan kadar gula darah pada penderita penyakit ini dapat berisiko menimbulkan masalah kesehatan, seperti kelelahan, kerusakan saraf, rentan terkena infeksi dan luka, bahkan kehilangan kesadaran atau koma.

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi - Alodokter

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Dianjurkan

Selain dengan obat-obatan, diabetes juga perlu ditangani dengan mengikuti pola makan khusus yang disebut terapi nutrisi medis. Melalui terapi ini, penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi yang rendah lemak dan kalori agar kadar gula darah tetap terkontrol.

Berikut ini adalah beberapa contoh pilihan makanan yang baik untuk penderita diabetes:

  • Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, ubi panggang, oatmeal, roti gandum,dan sereal dari biji-bijian utuh
  • Daging tanpa lemak atau ayam tanpa kulit
  • Sayuran, seperti brokoli dan bayam, serta diproses dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau dikonsumsi mentah
  • Buah-buahan segar dan bila ingin mengolahnya menjadi jus, sebaiknya jangan ditambah gula
  • Kacang-kacangan, termasuk kacang kedelai dalam bentuk tahu yang dikukus, dimasak untuk sup, atau ditumis
  • Telur
  • roduk olahan susu rendah lemak, seperti yoghurt
  • Berbagai jenis ikan, seperti tuna, salmon, sarden dan makarel, tetapi hindari ikan dengan kadar merkuri tinggi,misalnya ikan tongkol

Makanan untuk Penderita Diabetes yang Harus Dihindari

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, belum puas rasanya jika menu hidangan tidak dilengkapi dengan nasi putih. Padahal, bagi penderita diabetes, makanan pokok ini sebaiknya dihindari karena mengandung kadar gula yang tinggi dibandingkan dengan sumber karbohidrat lainnya.

Selain nasi putih, ada beberapa jenis makanan lain yang harus dihindari agar kadar gula darah tetap terjaga, di antaranya:

  • Roti tawar putih
  • Makanan yang terbuat dari tepung terigu
  • Sayuran yang dimasak dengan tambahan garam, keju, mentega, dan saus dalam jumlah banyak
  • Buah-buahan kaleng yang mengandung banyak gula
  • Sayuran kaleng yang mengandung garam tinggi
  • Daging berlemak dan kulit ayam
  • Produk susu tinggi lemak
  • Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, ikan goreng, pisang goreng, dan kentang goreng
  • Makanan dan minuman mengandung gula tinggi, seperti kue, sirop, dan soda

Jika Anda menderita diabetes, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan buatan sendiri. Dengan demikian, Anda bisa memantau bahan baku dan bahan tambahan apa saja yang akan digunakan.

Selain cermat dalam memilih makanan yang dikonsumsi, Anda juga disarankan untuk rutin mengecek kadar gula darah setidaknya 3 bulan sekali dan menerapkan pola hidup sehat.

Dengan pola makan sehat, olahraga, dan pengobatan yang tepat, kadar gula darah dapat lebih mudah terkontrol sehingga risiko terkena komplikasi penyakit diabetes pun akan menjadi lebih rendah.

Penderita diabetes perlu lebih hati-hati saat memilih dan mengonsumsi makanan. Jika membutuhkan saran mengenai menu atau porsi makanan untuk penderita diabetes, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Agar Tidak Mudah Bertengkar, Ketahui 9 Hal tentang Suami

Agar Tidak Mudah Bertengkar, Ketahui 9 Hal tentang Suami

Mudah curiga atau cemburu dengan suami mungkin dikarenakan kamu belum paham betul tentang pria. Pasalnya, ada beberapa sifat pria yang memang agak sulit dimengerti oleh wanitaCoba pahami hal-hal ini agar bisa lebih mengenal pasanganmu.

Pertengkaran dalam rumah tangga sering kali dipicu oleh kesalahpahaman. Hal itu sendiri mungkin terjadi karena kita tidak mengenal dengan baik siapa pasangan kita. Agar terhindar dari masalah yang serius dalam pernikahan hanya akibat salah paham, yuk, ketahui apa saja yang sebenarnya dipikirkan oleh pria.

Agar Tidak Mudah Bertengkar, Ketahui 9 Hal tentang Suami - Alodokter

Kenali Suami Lebih Dalam

Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin banyak wanita belum tahu tentang pria:

1. Sangat memegang komitmen

Pria kerap dicap tidak suka berkomitmen. Pada kenyataannya, ketika pria telah memutuskan untuk berkomitmen dan menikah, dia memang benar-benar serius ingin menjalani hal tersebut. Dia hanya butuh waktu untuk memastikan apakah pilihannya tepat atau tidak.

2. Ingin punya waktu untuk dirinya sendiri

Menikah bukan berarti kalian wajib untuk selalu menghabiskan waktu bersama-sama setiap hari dalam seminggu. Kamu perlu memberikan dia waktu untuk dirinya sendiri, seperti melakukan hobinya atau berkumpul dengan teman-temannya. Tak hanya suami, kamu juga perlu menghabiskan waktu untuk dirimu sendiri.

3. Pria menyatakan rasa cinta dengan tindakan

Jika suamimu jarang mengucapkan “sayang” kepadamu, jangan langsung menganggap dia memang tidak menyayangi atau mencintai kamu. Sebagian pria memang lebih memilih menyatakan rasa cintanya dengan tindakan. Misalnya, ikut membantu membereskan rumah atau mengajakmu makan malam bersama.

4. Mudah melupakan masalah

Kamu masih kesal dengan perdebatan yang terjadi semalam, dan masih ingin membahasnya pada keesokan harinya? Lebih baik lupakan saja.

Secara psikologis, kaum wanita memang lebih cenderung untuk mengingat dan larut dalam hal-hal yang membuatnya sedih atau stres. Sebaliknya, pria justru mudah melupakan dan tidak ingin mengungkit hal-hal semacam itu.

5. Kurang bisa membaca ‘kode’

Sebenarnya pria senang jika bisa membuat istrinya bahagia. Baginya, hal itu sangatlah penting. Namun, hal tersebut bisa sulit dilakukan jika istri tidak menyampaikan keinginannya secara langsung dan jelas.

Pasalnya, tidak semua pria mampu membaca “kode” yang wanita berikan. Jadi, mulai sekarang ungkapkan saja semua hal yang ada dalam hatimu secara gamblang kepada suami.

6. Senang jika dipuji

Ketika suamimu sudah melakukan sesuatu untuk membuatmu senang, berikan dia pujian. Apresiasi darimu bisa membuatnya bahagia dan lebih bijak dalam bertindak. Bahkan menurut sebuah studi, keterlibatan suami dalam mengurus anak dapat meningkat jika istri memberi pujian atas usahanya.

7. Tidak melulu soal seks

Bukan rahasia umum jika pria hampir selalu memikirkan seks. Namun, hal itu tidak selalu bisa diwujudkan dalam tindakan. Pasalnya, pria tidak selalu siap untuk berhubungan seks, apalagi jika dia sedang memiliki setumpuk pekerjaan atau hal-hal lain yang membuatnya stres.

8. Senang jika kamu duluan mengajaknya bercinta

Salah satu kesalahan kaum wanita adalah kurang berani mengajak suami untuk bercinta lebih dulu. Padahal, pria sangat suka jika kamu melakukannya. Para pria senang dikejar dan dipimpin oleh wanita untuk urusan yang satu ini. Agar membuat suami lebih bersemangat, kamu bisa merayunya saat sedang ingin becinta.

9. Penting untuk membuat dia merasa dicintai

Kamu harus berhati-hati ketika seorang pria merasa dirinya tidak dicintai dan kurang diperhatikan oleh pasangannya. Dia mungkin akan mencari kepuasan melalui hal lain. Kepuasan itu mungkin bisa dia dapat dengan bermain video game tak kenal waktu, bekerja hingga larut malam, dan tidak menutup kemungkinan untuk berselingkuh.

Intinya, kunci dari sebuah hubungan adalah komunikasi. Maka mulai sekarang, bangunlah komunikasi yang lebih baik dengan suami. Jika kamu dan pasangan memiliki masalah dalam urusan rumah tangga dan merasa sulit untuk mencari titik temu, jangan ragu berkonsultasi ke psikolog dan menjalani konseling pernikahan.